Pesisir Jawa Terancam Tenggelam! Perlu Giant Sea Wall atau Giant Mangrove Wall?

Pesisir Jawa Terancam Tenggelam! Perlu Giant Sea Wall atau Giant Mangrove Wall?

Ancaman tenggelamnya pesisir Pulau Jawa akibat banjir rob dan abrasi semakin nyata.--Cahyono

Namun, biaya proyek GSW yang besar menjadi tantangan. Zulfikar menilai, dana bisa diperoleh dari investor asing atau pinjaman berbunga rendah, selama pengelolaannya transparan dan minim korupsi.

"Kalau untuk kepentingan rakyat, pinjaman bukan masalah. Yang penting dikelola dengan baik dan transparan," tambahnya.

BACA JUGA:Jadwal Puasa Ramadhan 2025 Berapa Hari Lagi? Persiapan War Takjil Semakin Dekat

Giant Sea Wall vs. Giant Mangrove Wall, Mana yang Lebih Efektif?

Selain proyek GSW, Pramono Anung memperkenalkan konsep Giant Mangrove Wall, yang menitikberatkan pada solusi berbasis alam.

Perbedaannya?

Giant Sea Wall (GSW) menggunakan struktur beton raksasa untuk menahan air laut. Giant Mangrove Wall mengandalkan tanaman mangrove sebagai penghalang alami untuk abrasi dan rob.

Pramono menegaskan, Jakarta membutuhkan kombinasi keduanya.

"Saya serius mengembangkan Giant Sea Wall, tetapi di atasnya ada mangrove. Maka saya menyebutnya Giant Mangrove Wall," ujar Pramono saat aksi tanam mangrove di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara (5 Februari 2025).

Rencana ini akan mencakup area 11,2 kilometer di pesisir Jakarta.

BACA JUGA:Ramadan dan Idulfitri 2025 Bisa Beda Lagi! Muhammadiyah Ingatkan Toleransi

Ancaman Abrasi di Pesisir Jawa Makin Parah

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sejak 2015, 400 kilometer garis pantai Indonesia hilang akibat abrasi.

Bahkan, di pantai utara Pulau Jawa, total lahan yang menghilang mencapai 745 kilometer atau sekitar 44% dari garis pantai.

Data mencengangkan yakni Tangerang kehilangan 579 hektare lahan antara 1995–2015. Citra satelit Pantai Anom, Pakuhaji (Tangerang) 2009–2025 menunjukkan daratan semakin terkikis.

Dalam 10 tahun terakhir, abrasi mencapai 200–500 meter di beberapa daerah.

Menurut BMKG, abrasi yang parah bisa menjadi gerbang masuk bagi banjir rob yang lebih besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads