Banjir Kian Parah, Pengamat Minta Pemda Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Relokasi Warga

Banjir Kian Parah, Pengamat Minta Pemda Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Relokasi Warga

Kebanjiran, Pedagang Mega Bekasi Meminta Ganti Rugi ke Manajemen Mal-Disway/Dimas Rafi-

JAKARTA, DISWAY.ID - Pengamat tata kota Nirwono Yoga menilai, pemerintah daerah (Pemda) perlu melakukan pembenahan serius dalam penataan tata ruang kota untuk mengatasi masalah banjir yang semakin parah.

Menurutnya, curah hujan ekstrem yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa kawasan-kawasan seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel) harus fokus pada pembenahan permukiman yang berada di bantaran sungai.

BACA JUGA:Sempat Tertunda Akibat Banjir, Laga Persija vs PSIS Dipindah ke Indomilk Arena Malam Ini

BACA JUGA:Menko PMK Terus Monitor Perkembangan Banjir Jabodetabek: Hari ini Mulai Membaik

Nirwono menekankan bahwa hanya sekadar pengerukan kali dan pembangunan tanggul tidak cukup untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda permukiman.

"Pemda harus segera mengambil langkah nyata dengan merelokasi permukiman yang berada di bantaran kali ke Rusunawa terdekat," ujar Nirwono saat dikonfirmasi, Rabu 5 Maret 2025.

Lebih lanjut, Nirwono menyarankan agar pemda mengeruk dan memperlebar badan sungai, serta menghijaukan kawasan sekitar.

"Keberadaan sungai juga harus didukung dengan optimalisasi setu, danau, dan waduk yang sudah ada. Jika perlu, membangun danau atau waduk baru untuk membantu menampung luapan air dan mengurangi debit air sungai secara signifikan," katanya.

BACA JUGA:Gibran Tinjau 30 Rumah Pondok Gede Permai yang Terendam Banjir

BACA JUGA:Banjir Masih Menggenangi 36 RT di Jakarta, Ketinggian Air di Bintaro Capai 2 Meter

Menurutnya, sistem resapan air juga perlu diperkuat di setiap kawasan permukiman.

Setiap rumah, lanjut Nirwono, seharusnya dilengkapi dengan sumur resapan, sementara taman lingkungan dan saluran air besar harus dibangun untuk menampung air hujan dan mengalirkannya ke situ, danau, atau embung terdekat.

"Penting untuk merehabilitasi seluruh saluran air kota yang sudah tidak mampu menampung air hujan, memperbesar dimensi saluran, dan menghubungkan saluran air ke SDEW terdekat," tambah Nirwono.

Selain itu, Nirwono menyarankan Pemda untuk mendata jumlah warga yang tinggal di bantaran kali dan merencanakan relokasi mereka ke rusunawa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads