Kesalahan Patrick Kluivert Bikin Timnas Indonesia Bayar Mahal, Sesalkan Satu Hal Usai Dibantai Australia

Kesalahan Patrick Kluivert Bikin Timnas Indonesia Bayar Mahal, Sesalkan Satu Hal Usai Dibantai Australia

Patrick Kluivert mengatakan Timnas Indonesia dapat menghindarkan kekalahan dari Australia, jika skuad garuda tidak gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan-Tangkapan Layar Instgaram@433-

"Indonesia bermain terlalu terbuka, mereka terlalu asyik menyerang hingga melupakan tugas bertahan. Saat menghadapi tim dengan kemampuan serangan balik yang bagus seperti Australia, ini adalah kesalahan fatal," komentar Agung.

Meskipun Timnas Indonesia lebih banyak menguasai bola, proaktif menerapkan gaya permainannya, tetapi kalah dalam hal efisiensi.

BACA JUGA:12 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Australia di Surabaya, Jangan Ketinggalan

BACA JUGA:Patrick Kluivert Janji Akan Berikan Kejutan Saat Laga Debutnya Bersama Timnas Indonesia

Sedangkan  Australia memainkan pertahanan serangan balik yang sangat disiplin.

Mereka tidak banyak menguasai bola tetapi selalu tahu bagaimana memanfaatkan peluang.

Setelah dua gol awal, tim tuan rumah terus menunjukkan ketajaman dalam menyelesaikan situasi.

"Australia tidak terburu-buru maju, mereka menunggu peluang serangan balik dan memanfaatkannya dengan sangat baik. Mereka tidak perlu banyak menyerang, tetapi tetap mencetak 5 gol," ucapnya.

Gol-gol berikutnya dari Jackson Irvine (dua gol) dan Lewis Miller membantu Australia menutup pertandingan dengan kemenangan 5-1.

BACA JUGA:15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Australia di Bandung dan Sekitarnya Hari Ini, Ayo Warga Merapat!

BACA JUGA:Main di Kandang Australia, Jay Idzes Ngaku Tidak Ada Tekanan

Timnas Indonesia hanya mendapat satu gol hiburan lewat Ole Romeny, tetapi itu belum cukup untuk menutupi penampilan mengecewakan.

Agung Setyabudi menilai Patrick Kluivert terlalu berisiko menerapkan strategi menyerang sejak awal tanpa mempertimbangkan kemampuan bertahan.

"Kluivert punya taktik sendiri, tapi terlalu percaya diri dengan gaya permainan menyerangnya membuat tim tidak seimbang. Indonesia terlalu bergairah untuk maju tanpa memastikan soliditas di lini belakang."

Meskipun kalah telak dari Australia, kans Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads