Pamerkan Indonesia ke Puyol dan Xavi, Kluivert Rela Belajar Lagi Demi Timnas! Haye Ikut Excited

Pamerkan Indonesia ke Puyol dan Xavi, Kluivert Rela Belajar Lagi Demi Timnas! Haye Ikut Excited

Pamerkan Indonesia ke Puyol dan Xavi, Kluivert Rela Belajar Lagi Demi Timnas! Haye Ikut Excited-@phillipcocu8-Instagram

JAKARTA, DISWAY.ID - Di balik sorotan lampu stadion dan gemuruh dukungan suporter dari Sabang sampai Merauke, ada satu pihak yang sejatinya juga membutuhkan dukungan.

Bukan pemain bukan bintang di atas lapangan, tapi seorang yang berdiri di pinggir garis putih memikul beban yang tak terlihat mata yaitu seorang pelatih, Patrick Kluivert dan para asistennya.

Bukan sekedar peracik strategi tapi penjaga mimpi memikul harapan seluruh bangsa, Kluivert sendiri tak ingin diam saja ketika liburan ia selalu ingin berjuang ekstra layaknya yang dilakukan para asisten seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Terkini pelatih timnas Indonesia ini mendapatkan sorotan dengan mengikuti laga amal berjuluk match El Clasico Legend sebagai legenda besar Barcelona.

BACA JUGA:Timnas Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia 2025, Patrick Kluivert: Ini Baru Permulaan!

Patrick Kluivert mendapatkan undangan spesial buat bermain dengan legend lainnya termasuk dengan Xavi Hernandez dan Carles Puyol sempat berbincang-bincang.

Nama Kluivert tentu saja sebelumnya banyak dibicarakan karena mau menerima tawaran dari tim sekelas Timnas Indonesia.

Namun sekarang ambisi Kluivert ingin membuktikan sehingga dirinya ingin terus belajar dalam mengelola tim dengan baik.

Sebagai pelatih, Patrick Kluivert menukangi Indonesia mungkin tak lahir dari gelar besar, namanya tak pernah dibanggakan saat melatih tim.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Disindir Analis ESPN: Sebut Tak Pantas Lolos ke Piala Dunia 2026, Legenda Arsenal Malah Puji Patrick Kluivert

Tapi apapun itu kita wajib terima dengan keyakinan dari tekad baja bahwa suatu hari Indonesia bisa berdiri di panggung terbesar sepak bola Piala Dunia mimpi yang selama puluhan tahun hanya terdengar dalam bisik-bisik penuh keraguan, kini sudah di depan mata dan harus segera direalisasikan.

Setiap baris, setiap skema ia telan bulat-bulat tapi ia tak hanya belajar taktik ia menyelami kultur, ia mengamati bagaimana sepak bola menyatu dalam para fans yang selalu mengawal bagaimana gaya bermain lahir dari budaya dari cara berpikir dari ritme hidup sebuah bangsa.

Seperti Patrick Jluivert Alex Pastoor yang diketahui belajar bahasa dan budaya nusantara sebab tim kepelatihan sadar para penggawa timnas berasal berbagai latar belakang yang berbeda.

Setelah pada laga debutnya gagal memainkan total football kontra Australia, pun tim kepelatihan ingin terus belajar hingga perlahan mulai bangkit dengan dukungan suporter di GBK berhasil menumbangkan Bahrain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads