Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Tunjukkan Konsistensi Dukungan Terhadap Akses UMKM-K
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota dari Holding Indonesia Financial Group (IFG), kembali mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang tahun 2024-Dok. Jamkrindo-
JAKARTA, DISWAY.ID -- PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota dari Holding Indonesia Financial Group (IFG), kembali mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang tahun 2024.
Laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit menunjukkan pertumbuhan aset, peningkatan pendapatan penjaminan, serta laba bersih yang solid, sekaligus mempertegas posisi Jamkrindo sebagai pilar utama penjaminan kredit di Indonesia.
Per 31 Desember 2024, total aset Jamkrindo tercatat sebesar Rp32,36 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,23 triliun.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Terbaru Hari Ini 13 April 2025, Rinso Cuma Rp9 Ribuan
Kinerja ini mencerminkan strategi manajemen yang konsisten dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui pengelolaan aset dan portofolio penjaminan yang optimal.
Sepanjang tahun 2024, Jamkrindo juga berhasil mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp300,3 triliun, dengan total penerima manfaat mencapai 7,8 juta debitur UMKM-K di seluruh Indonesia.
Kinerja ini tidak hanya menunjukkan skala operasional yang luas, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian nasional, dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 14,4 juta orang.
Hal ini menegaskan peran strategis Jamkrindo sebagai katalisator penguatan akses pembiayaan bagi UMKM-K.
Di sisi pendapatan, pendapatan penjaminan bersih meningkat menjadi Rp6,92 triliun, naik dari Rp6,35 triliun pada 2023.
BACA JUGA:Risiko Investasi Emas Jangka Pendek Dibeberkan Ekonom INDEF
BACA JUGA:Promo Superindo Hari Ini Terbaru 13 April 2025, Detergen Rp13 Ribuan
Selain itu pendapatan investasi bersih juga meningkat menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,20 triliun di tahun sebelumnya.
Laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp1,07 triliun, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat di tengah tantangan eksternal dan peningkatan beban klaim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: