Terapkan Budaya Kerja Positif, Cara Kilang Pertamina Kelola SDM-nya
Aspek kesehatan mental karyawan menjadi salah satu perhatian utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam menjalankan bisnisnya.-KPI-
Kedua, KPI juga menerapkan transparansi dan keterbukaan dalam berkomunikasi sebagai salah satu kultur kerja di perusahaan.
Menurut Tenny, budaya yang demikian akan membuka ruang bagi karyawan untuk menyampaikan ide, gagasan, aspirasi hingga unek-unek tanpa rasa takut.
BACA JUGA:Serambi My Pertamina Tebar THR untuk Anak-anak Pemudik Lebaran 2025
BACA JUGA:Demi Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pekerja Pertamina Hulu Rokan Tidak Libur Lebaran
“Lingkungan seperti ini meningkatkan rasa aman secara psikologis, membantu mengurangi kecemasan terkait pekerjaan, adanya komunikasi yang transparan membuat karyawan dapat dengan mudah berdiskusi dan menyelesaikan tugasnya,” ungkap Tenny.
Tenny melanjutkan, budaya kerja positif ketiga yang diterapkan KPI adalah fleksibilitas dalam pekerjaan.
Menurutnya, kebijakan ini memungkinkan karyawan untuk menyeimbangkan antara kehidupan perkantoran dengan kehidupan probadi.
"Work life balance merupakan hal yang menjadi perhatian di KPI untuk menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan. Salah satu wujud penerapan work life balance di KPI yakni adanya kegiatan komunitas seperti olehraga dan kegiatan sehat bugar segar (sebuse)," jelas Tenny lebih lanjut.
BACA JUGA:Kilang Pertamina Internasional Pastikan Kilang Tetap Beroperasi Optimal di Libur Lebaran 2025
“Dengan adanya fleksibilitas dalam bekerja, risiko karyawan mengalami kelelahan akibat tekanan kerja berlebih bisa diminimalkan, sementara produktivitas kerja dapat dimaksimalkan,” tuturnya.
Dan terakhir, terbukanya ruang inovasi dan kreatifitas dalam sebuah perusahaan turut berkontribusi dalam membangun kesehatan mental karyawannya.
Menurut Tenny, hal itu juga telah diterapkan oleh KPI. Salah satu bentuknya adalah dengan menggelar annual award, CIP Forum dan Breakthrough program (BTP), Strategic Inisiatif, Cost Optimization.
Tenny melanjutkan, selain empat poin di atas, peran para pemimpin tak kalah penting dalam membentuk lingkungan kerja yang sehat secara mental.
Menurutnya, pemimpin harus menjadi pelopor penerapan budaya kerja yang mendukung kesehatan mental.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: