Ogah Punya Anak, Angka Bayi Lahir di Malaysia Anjlok! Indonesia Gimana?
Ilustrasi bayi: Tren penurunan kelahiran ternyata tak hanya terjadi di Malaysia. Indonesia juga menunjukkan penurunan angka fertilitas yang signifikan.-Pixabay/ marvelmozhko-Pixabay/ marvelmozhko
Mayoritas ibu berasal dari kelompok usia 30-39 tahun (53,3%), sementara ibu di bawah usia 20 tahun hanya menyumbang 1,4% dari total kelahiran. Tercatat pula tiga ibu berusia 55 tahun atau lebih yang masih melahirkan.
BACA JUGA:Pramono Gercep Benahi 55 RW Kumuh di Jakarta, MCK Komunal Dikebut
Bagaimana dengan Indonesia?
Tren penurunan kelahiran ternyata tak hanya terjadi di Malaysia. Indonesia juga menunjukkan penurunan angka fertilitas yang signifikan.
Dalam satu dekade terakhir, angka kelahiran total (TFR) Indonesia turun ke angka ideal 2,18 anak per perempuan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan pentingnya regenerasi penduduk.
Salah satu targetnya adalah agar setiap pasangan suami istri memiliki setidaknya satu anak perempuan, sebagai bentuk antisipasi terhadap ketidakseimbangan gender dan untuk menjaga kesinambungan populasi.
Meski TFR Indonesia masih berada pada kisaran ideal, kekhawatiran tetap muncul jika angka ini terus menurun seperti yang terjadi di negara tetangga.
Perubahan gaya hidup, meningkatnya biaya hidup, serta preferensi pasangan muda untuk menunda atau tidak memiliki anak, menjadi tantangan baru dalam pembangunan kependudukan.
BACA JUGA:Livin’ by Mandiri Catat Kinerja Positif Lewat Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna
Penurunan angka kelahiran yang terlalu drastis bisa berdampak besar bagi struktur demografi sebuah negara. Jika tidak diantisipasi, bisa berujung pada krisis populasi menua, berkurangnya tenaga kerja produktif, hingga ancaman terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.
Kebijakan yang mendukung keluarga muda seperti subsidi pendidikan anak, insentif pajak, cuti melahirkan yang memadai, hingga ketersediaan fasilitas publik ramah anak, menjadi langkah penting yang harus dipertimbangkan baik di Malaysia maupun Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: