Dana Desa Jadi Solusi Krisis Pangan Nasional, Alokasi Harus Berpihak ke Petani

Dana Desa Jadi Solusi Krisis Pangan Nasional, Alokasi Harus Berpihak ke Petani

Program kolaboratif ini melibatkan Kejaksaan Tinggi Banten, Kementerian Desa, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta, dengan tujuan sederhana tapi krusial: menjadikan petani sebagai aktor utama dalam rantai pasok pangan desa.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah ancaman krisis pangan global dan ketimpangan distribusi hasil tani, Dana Desa bisa menjadi senjata ampuh untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Tapi kuncinya satu: alokasinya harus benar-benar menyentuh kebutuhan petani, bukan hanya untuk membangun jalan atau gapura.

Hal inilah yang coba dijawab lewat peluncuran program Jaksa Mandiri Pangan di Desa Sarakan, Kabupaten Tangerang.

Program kolaboratif ini melibatkan Kejaksaan Tinggi Banten, Kementerian Desa, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta, dengan tujuan sederhana tapi krusial: menjadikan petani sebagai aktor utama dalam rantai pasok pangan desa.

BACA JUGA:Dana Desa : Sejarah, Sumber, dan Update Penyaluran Dana per 10 Juni 2025 di Kabupaten Sijunjung

Sejak pertama digelontorkan pada 2015, Dana Desa telah menyalurkan ratusan triliun ke pelosok Indonesia.

Namun, sebagian besar dana itu masih tersedot untuk pembangunan fisik.

Jalan desa, kantor desa, atau saluran irigasi memang penting, tapi tanpa pemberdayaan langsung ke petani, desa tak kunjung sejahtera.

Petani tetap sulit berkembang karena masih tergantung pada tengkulak, harga pasar yang tak menentu, dan minimnya akses ke teknologi pertanian modern. Inilah celah yang coba dijembatani oleh program Jaksa Mandiri Pangan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Bakal Bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70 Ribu Desa, Pakai Dana Desa

Banten Jadi Percontohan, Tapi Apa yang Berbeda?

Empat kabupaten di Banten—Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Lebak—dipilih sebagai lokasi awal program ini.

Bukan tanpa alasan. Banten dinilai punya potensi pertanian dan hortikultura besar serta ekosistem distribusi hasil bumi yang sudah terbentuk lewat kehadiran pasar induk.

Di sinilah konsep "desa sebagai pusat ketahanan pangan" mulai diuji.

Dana Desa diarahkan tidak sekadar untuk infrastruktur, tapi untuk pemberdayaan langsung: pelatihan petani, penguatan BUMDes, manajemen hasil tani, hingga distribusi produk ke pasar besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: