Siaga Banjir: Hujan Deras Diprediksi Guyur Jabodetabek Selama Sepekan

Siaga Banjir: Hujan Deras Diprediksi Guyur Jabodetabek Selama Sepekan

Siklon Tropis FINA dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah terbentuk.-Istimewa-

BACA JUGA:DEWA United Makin Ngeri! Pinjam Stefano Lilipaly untuk Hadapi Liga 1 dan AFC Challenge League

Kemunduran musim kemarau tersebut diprediksi terjadi di wilayah Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Pemantauan hingga akhir Juni 2025 menunjukkan bahwa baru sekitar 30 persen Zona Musim yang telah memasuki musim kemarau.

Angka ini hanya setengah dari kondisi normal, di mana secara klimatologis sekitar 64 persen Zona Musim biasanya telah mengalami musim kemarau pada akhir Juni.

"BMKG telah merilis prediksi bahwa awal Musim Kemarau 2025 akan mengalami kemunduran pada sekitar 29 persen Zona Musim, terutama di wilayah Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT," kata Dwikorta.

Dwikorta menyampaikan, hasil prediksi curah hujan bulanan menunjukkan bahwa anomali curah hujan yang sudah terjadi sejak Mei 2025 akan terus berlangsung dengan kondisi di atas normal.

Kondisi di atas normal ini kata Dwikorta diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga bulan Oktober 2025.

BACA JUGA:Letusan Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki, Kolom Abu Capai 18.000 Meter, Desa-Desa Sekitar Gelap Gulita

BACA JUGA:Tak Berhasil Bujuk Putin, Alasan Trump Kirim Rudal Patriot ke Ukraina?

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor akibat hujan lebat akan dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

OMC akan difokuskan di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. 

"Mulai dari Bogor sebagai upaya mengurangi peningkatan debit air di hulu, karena Bogor selain rawan banjir juga longsor," kata Isnawa.

Kata Isnawa berdasarkan prediksi BMKG hujan lebat akan mengguyur Jakarta sampai dengan tiga hari ke depan.

Intensitas hujan akan menurun di hari keempat. Khusus wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur kata Isnawa ada peningkatan pertumbuhan awan hujan.

"Saya sudah lapor Pak Gub dan Wagub, BPBD dengan anggaran yang ada akan persiapkan OMC sambil tiap hari kami dan BMKG lakukan pengamatan cuaca. Kami sedang persiapkan proses OMC tersebut," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads