Kolaborasi SDM Jadi Pilar Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
FGD Forum Komunikasi Industri Pertahanan menyoroti pentingnya penguatan ekosistem SDM yang tidak hanya andal secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan mindset inovatif.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Sumber Daya Manusia (SDM) kembali ditegaskan sebagai faktor strategis dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional.
Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Dukungan Sumber Daya Manusia untuk Industri Pertahanan Nasional' yang digelar oleh Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan) bersama mitra strategis lintas kementerian, perguruan tinggi, serta pelaku industri pertahanan pada Rabu 9-10 Juli di Bogor, Jawa Barat.
FGD ini menyoroti pentingnya penguatan ekosistem SDM yang tidak hanya andal secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan mindset inovatif.
Fajar Harry Sampurno, Ph.D selaku moderator membuka diskusi dengan mengungkapkan, penting untuk membangun sumber daya manusia, bukan sekedar hanya membangun Infrastruktur, untuk dapat menuju pada kemandirian Industri, khususnya Industri Pertahanan diperlukan SDM yang berkualitas dalam penguasaan teknologi ini.
BACA JUGA:Sidang Penembakan Kompol Ryanto Ulil Anshar, Empat Saksi Ahli Ungkap Temuan Krusial!
BACA JUGA:DPR Desak PPATK Verifikasi Data Penerima Bansos Terkait Kasus Judol
“Yang dipentingkan bukan membangun infrastrukturnya dulu, tapi membangun sumber daya manusianya, mengacu pada pengalaman pembangunan strategis masa lalu, termasuk pengiriman puluhan insinyur untuk mendalami teknologi satelit Palapa dan energi nuklir.” tegas Harry Sampurno.
Menurutnya, sejarah mencatat bahwa pembangunan infrastruktur nasional strategis dimulai bukan dari jalan atau jembatan, melainkan dari pendidikan dasar hingga menengah di seluruh pelosok negeri.
“Kalau kita bicara industri strategis, SDM itu nomor satu. Tanpa SDM yang unggul, pembangunan industri hanya akan jadi slogan,” tambahnya saat memulai diskusi FGD.
BACA JUGA:Viktor Gyokeres Desak Transfer ke Arsenal, Sporting Lisbon Kehilangan Striker 97 Gol
BACA JUGA:Promo Indomaret Hari ini 12 Juli 2025, Harga Detergent Bubuk Mulai Rp12.000 Aja Lho!
Senada dengan itu, Kolonel Laut (T) Donny Mangara Nainggolan, S.T., MTr Opsla dari Direktorat Teknologi Industri dan Pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai nara sumber pertama menekankan pentingnya integrasi lintas sektor untuk memperkuat SDM industri pertahanan.
“Ketersediaan talenta teknologi yang terbatas menjadi hambatan utama kemandirian industri pertahanan. Maka dibutuhkan ekosistem kolaboratif antara Kementerian, BUMN, akademisi, dan swasta,” ujarnya.
Kolonel Laut Donny juga menyebutkan pentingnya optimalisasi transfer teknologi dari kerja sama internasional yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas SDM dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: