Kolaborasi SDM Jadi Pilar Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
FGD Forum Komunikasi Industri Pertahanan menyoroti pentingnya penguatan ekosistem SDM yang tidak hanya andal secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan mindset inovatif.-dok disway-
Dalam pemaparannya, Kolonel Donny menjelaskan bahwa penguatan SDM pertahanan harus mencakup diantaranya, Pemetaan kebutuhan SDM nasional, Pengembangan keahlian strategis seperti UAV, roket, avionik, siber, serta dapat mengoptimalisasi offset melalui program pendidikan dan pelatihan teknis.
BACA JUGA:Segera Cek! Ini Batas Terakhir Pengambilan Uang BSU 2025 di Kantor Pos Sebelum Hangus
BACA JUGA:Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kemenperin Soroti Potensi Industri Informasi dan Komunikasi
Lebih jauh diskusi semakin dalam dengan paparan yang diberikan oleh nara sumber kedua oleh Dr. Ir. Romie Oktovianus Bura, B.Eng. (Hons.), MRAeS, Ph.D., yang memberikan perspektif tajam dan berani tentang urgensi perubahan cara pandang terhadap SDM pertahanan.
“Mindset kita masih menempatkan SDM di paling bawah. Padahal, setiap industri besar dibangun dari manusianya. Kalau kita mau naik kelas, harus ubah mindset itu,” ungkap Dr.Romie.
Pernyataan ini merupakan kritik terhadap kecenderungan menempatkan SDM sebagai prioritas rendah dalam pembangunan industri pertahanan. Dr.Romie menekankan bahwa SDM adalah kunci keberhasilan, bahkan lebih penting daripada peralatan atau teknologi canggih.
Selain itu Pendidikan harus berujung pada kompetensi dan pengalaman nyata, bukan hanya gelar.
BACA JUGA:Nomor WA Kamu Dapat Saldo DANA Gratis Rp345.000 Pagi Ini Lewat Main Mudah Game Mager, Gaskeun!
BACA JUGA:Cek Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Sabtu 12 Juli 2025: Seluruh Kawasan Ibu Kota Cerah!
“Tanpa SDM yang kompeten, teknologi canggih pun tidak akan bisa dioperasikan atau dikembangkan,” jelasnya.
Dr.Romie juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi tidak bisa hanya diperoleh di ruang kuliah.
“S1 atau S2 tidak cukup. Mereka harus diberi ruang untuk praktek nyata, untuk riset, untuk berbuat,” katanya. Pendidikan harus berbasis praktik dan proyek yang menyatu dengan kebutuhan industri pertahanan nasional.
Lebih lanjut, Dr.Romie menekankan pentingnya menciptakan ekosistem inovasi triple helix, pemerintah, industri dan akademisi.
“Kita gagal bukan karena SDM kita lemah. Tapi karena tidak ada sistem yang menopang mereka untuk berkembang,” tegasnya.
Ia bahkan mengkritik kebijakan yang tidak memfasilitasi pengembangan SDM berbasis proyek jangka panjang, seperti dual use technology dan defense R&D berbasis kampus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: