Pemerintah Siapkan Anggaran Sekolah Rakyat Rp200 Miliar, Per Siswa dapat Rp48 Juta
Wamensos Agus Jabo Priyono mengatakan, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk mendukung program Sekolah Rakyat-Disway.id/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk mendukung program Sekolah Rakyat.
Diketahui, percobaan program ini telah berjalan sejak 14 Juli 2025, dengan 63 titik Sekolah Rakyat yang sudah resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
BACA JUGA:Siswa Sekolah Rakyat Dites Kesehatan, Menkes: Paling Banyak Masalah Gigi dan Mata
BACA JUGA:Orang Tua Siswa Merasa Terbantu dengan Adanya Sekolah Rakyat Bebas Biaya
Diharapkan pada akhir Juli 2025, total 100 sekolah rintisan akan beroperasi di seluruh Indonesia.
"Anggaran yang disiapkan pemerintah sekitar Rp200 miliar. Tapi itu bukan hanya untuk pembangunan, tapi juga untuk kebutuhan operasional sekolah selama setahun," jelas Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono kepada wartawan, Rabu 16 Juli 2025.
Program ini memperhitungkan biaya operasional yang cukup besar untuk memastikan kualitas pendidikan dan fasilitas yang memadai.
Menurut Agus Jabo Priyono, biaya pendidikan per siswa diperkirakan mencapai Rp48 juta per tahun.
BACA JUGA:MPLS Sekolah Rakyat Serentak di 63 Titik, Gus Ipul: Memutus Rantai Kemiskinan Antar Generasi
"Kalau kita detailkan, kurang lebih untuk tiap siswa itu pertahunnya anggarannya Rp48 juta lebih. Itu mencakup kebutuhan-kebutuhan dalam proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat," jelasnya.
Salah satu pendekatan modern dalam Sekolah Rakyat adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan pemetaan bakat (talent mapping).
Anak-anak yang diterima dalam program ini akan dipetakan potensinya sejak awal masuk sekolah, guna menunjang pengembangan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
"Kita menggunakan teknologi AI untuk mendata anak-anak itu menurut bakatnya masing-masing," ujar Agus.
Rekrutmen Berdasarkan Data Sosial Ekonomi
Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari keluarga paling miskin, yaitu mereka yang berada dalam desil satu dalam Data Tunggal Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: