Kabar Baik! Industri PMI Manufaktur Mulai Tumbuh Meski Ekonomi Global Lesu

Kabar Baik! Industri PMI Manufaktur Mulai Tumbuh Meski Ekonomi Global Lesu

Kabar Baik! Industri PMI Manufaktur Mulai Tumbuh Meski Ekonomi Global Lesu-Istimewa-

“Setelah industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mendapat perlindungan melalui revisi Permendag 8/2024, pelaku usaha di sektor lain juga menanti kebijakan serupa yang mampu memberikan rasa keadilan dan kepastian dalam persaingan pasar,” jelas Febri.

BACA JUGA:Didukung BRI, UMKM Kepulauan Ini Unjuk Gigi di Program MBG

BACA JUGA:Wapres Gibran Tutup FORNAS VIII, Penampilan Ribuan Lansia Jadi Inspirasi

Dalam hal ini, Febri juga menyoroti kekhawatiran pelaku industri terhadap keberlanjutan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya untuk izin edar Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT).

Menurut Febri, Kebijakan TKDN memanfaatkan demand pemerintah, dengan adanya demand dan kebijakan TKDN, maka akan memicu pengusaha untuk berinvestasi dan membangun pabriknya di Indonesia, karena demand nya sudah jelas.

“TKDN yang dibebaskan itu diberlakukan bagi barang-barang yang tidak bisa atau belum di produksi oleh industri dalam negeri,” tegas Febri.

Kesehatan Perekonomian Menurun

Menanggapi PMI manufaktur Indonesia pada bulan Juli tersebut, Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti menyatakan bahwa data survei bulan Juli kembali menunjukkan indikator negatif pada kesehatan perekonomian sektor manufaktur Indonesia.

BACA JUGA:Jejak Universitas Esa Unggul di Panggung Dunia: Partisipasi di 12th ICICP 2025

BACA JUGA:Indonesia Puji Keberanian Negara Barat yang Mulai Akui Palestina Secara Resmi

Menurutnya, penurunan output dan permintaan baru berlanjut pada awal triwulan ketiga namun mereda sejak bulan Juni.

“Produsen juga mencatat bahwa tekanan harga semakin intensif sejak awal semester 2025. Inflasi biaya merupakan yang paling tinggi dalam empat bulan di tengah peningkatan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar. 

Kenaikan biaya sebagian dibebankan kepada klien meski inflasi biaya pada tingkat sedang,” tutur Usamah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads