Tak Hanya di Ponpes, Kemenag Pastikan CKG ke Seluruh Sekolah Keagamaan
Tak Hanya di Ponpes, Kemenag Pastikan CKG ke Seluruh Sekolah Keagamaan -Disway/Candra Pratama-
BACA JUGA:Bansos PKH dan BPNT Agustus 2025 Siap Cair! Ini Tanda Bantuan sudah Disalurkan
"Jadi disinilah saya juga ingatkan bahwa dengan jumlah peserta didik di bawah binaan kementerian agama tadi, 12,5 juta itu ya, maka CKG-nya di lembaga pendidikan agama dan keagamaan pendidik, crusial dan mendukung visi Indonesia. Kami ingin justru lembaga kementerian agama ini akan menjadi contoh," tegasnya.
Tak berhenti di situ, Menag juga menginstruksikan seluruh kanwil departemen agama di seluruh Indonesia, agar lembaga pendidikan di bawah Kementerian agama ini menjadi contoh yang terbaik dalam pelaksanaan.
"Dan kami juga punya checklist-nya, ukuran-ukurannya, siapapun di antara sekolah-sekolah yang tidak memberikan perhatian penuh itu nanti kami akan berikan semacam perhatian khusus," urainya.
"Jadi sekaligus di sini saya ingin menghimbau kepada seluruh kanwil dan depag seluruh Indonesia kalau nanti saya tahu ada di antara sekolah anak didik kita tidak mendapatkan pemeriksaan, Itu bukan salahnya anak tapi salahnya kepala kepala kanwil dan depagnya" sambungnya menutup.
BACA JUGA:Kata Istana Soal Amnesti dan Abolisi Pelaku Korupsi: Demi Persatuan Bangsa
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Amien Suyitno menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 352 ribu lembaga pendidikan keagamaan Islam di bawah koordinasi Kementerian Agama.
Total santri mencapai lebih dari 12,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, terdapat lebih dari 42 ribu pesantren dengan sekitar 4,6 juta santri.
"Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan santri tidak bisa dianggap sepele. Pemeriksaan rutin seperti ini menjadi kebutuhan yang penting dan mendesak," ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa di Pesantren Ashiddiqiyah Jakarta yang menjadi lokasi kegiatan PKG ini, terdapat sekitar 830 santri dari berbagai satuan pendidikan. Seperti MA, Ma’had Aly, Madrasah Diniyah, dan Ma’had Aitam.
BACA JUGA:Kemen Imipas-Polri Teken MoU, Siap Kolaborasi di Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan
BACA JUGA:Dukungan Berkelanjutan untuk Program Orang Tua Angkat, Kino Indonesia Diapresiasi BPOM
Menariknya, Ponpes Ashiddiqiyah juga telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) aktif yang menjalankan fungsi pelayanan kesehatan dasar, edukasi hidup bersih, dan pemantauan kesehatan santri.
"Namun demikian, keberadaan Poskestren ini perlu terus mendapatkan pembinaan dari Kementerian Kesehatan agar layanannya sesuai standar dan bisa menjangkau kebutuhan dasar kesehatan para santri," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: