Drama Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte Pupus di Senat Filipina

Drama Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte Pupus di Senat Filipina

Sara Duterte ancam Presiden Ferdinand Marcos Jr--Hindustan Times

QUOZON, DISWAY.ID-- Dunia politik Filipina kembali menjadi sorotan global dengan keputusan Senat Filipina untuk mengarsipkan mosi pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte.

Dengan demikian, drama pemakzulan terhadap putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini pupus di tangan Senat Filipina.

Senator Rodante Marcoleta menyebut mosi pemakzulan "pupus saat tiba", sebut laporan Daily Tribune.

BACA JUGA:Heboh Malaysia Ogah Sebut Ambalat Saat Sengketa dengan RI, Cek Fakta-Faktanya Harta Karun di Laut Sulawesi

Sara sebelumnya diajukan pemakzulan dengan menghadapi tuduhan serius, mulai dari korupsi hingga ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. 

Padahal Mahkamah Agung Filipina telah menyatakan proses pemakzulan inkonstitusional. Namun DPR terus mendorong upaya pelengseran tersebut bergulir. Tetapi, setelah masuk senat berujung kandas.

Diketahui Sara Duterte, terpilih sebagai Wakil Presiden Filipina pada 2022 bersama Presiden Ferdinand Marcos Jr. Awalnya pasangan ini adalah bagian dari aliansi politik kuat antara dua dinasti besar yaitu Marcos dan Duterte.

Namun, hubungan mereka memburuk sepanjang 2024, ditandai dengan perbedaan kebijakan, tudingan liar, dan konflik publik yang memanas.

Pada 5 Februari 2025, DPR Filipina menyetujui mosi pemakzulan terhadap Sara dengan dukungan 215 dari 306 anggota, yang membuka jalan bagi sidang di Senat. 

Kemudian, pada 6 Agustus 2025 ini, sebanyak 19 dari 24 senator menghentikan pemakzulannya dengan dalih setuju mematuhi keputusan Mahkamah Agung Filipina bulan lalu yang menyebut mosi pemakzulan terhadap Sara Duterte inkonstitusional. 

BACA JUGA:Menhan dan Menteri Lingkungan Ghana Tewas, Helikopter Meledak, Berikut Kronologinya

Tuduhan terhadap Sara termasuk:

  • Penyalahgunaan dana publik sebesar PHP612,5 juta (sekitar Rp172 miliar) saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
  • Dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Marcos, Ibu Negara Liza Araneta, dan Ketua DPR Martin Romualdez.
  • Korupsi dan suap, termasuk pengumpulan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kegagalan mengecam tindakan agresif China di Laut China Selatan, yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

Dokumen pemakzulan setebal 44 halaman ini menjadi pukulan besar bagi dinasti Duterte, yang dikenal karena kebijakan “perang melawan narkoba” di era Rodrigo Duterte.

Perjalanan Proses Pemakzulan

Pemakzulan Sara Duterte dimulai dari tiga aduan pada Desember 2024, yang kemudian diikuti oleh aduan keempat pada Februari 2025. Dengan dukungan lebih dari dua pertiga anggota DPR, mosi ini diteruskan ke Senat untuk sidang pemakzulan yang dijadwalkan pada 2 Juni 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads