Hanung Bramantyo Minta Penayangan Film 'Merah Putih: One for All' Ditunda, Soroti Kualitas Animasi
Produser Film Merah Putih: One for All membantah tudingan jika karya film animasi tersebut dibiayai pemerintah hingga mencapai miliaran rupiah-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID – Sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo, secara mengejutkan meminta penundaan penayangan film animasi "Merah Putih: One for All" yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus 2025.
Permintaan ini muncul setelah Hanung menyaksikan trailer dan klip film tersebut yang, menurutnya, memiliki kualitas animasi di bawah standar.
BACA JUGA:Naturalisasi Mauro Ziljstra Disetujui Presiden, Dua Pemain Baru Lainnya Bersiap Bela Timnas!
Ia bahkan secara spesifik meminta Giring Ganesha sebagai Wakil Menteri Kebudayaan RI, untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada sampai menghasilkan visual yang bagus.
"Bapak-bapak semua, mohon untuk ditunda penayangannya, dan dibantu menyelesaikan hingga menghasilkan karya yang bagus," tulis Hanung dalam unggahannya di Instagram, seraya menandai akun Fadli Zon dan Giring Ganesha selaku Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan RI," dikutip Selasa 12 Agustus 2025.
Lebih lanjut, Hanung juga menyoroti secara gamblang, Hanung menilai hasil akhir film tersebut masih belum layak untuk dipertontonkan kepada publik secara luas.
BACA JUGA:Rayakan HUT RI ke-80, Pelindo Gelar Layanan Kesehatan, Edukasi, dan UMK
Sutradara "Ayat-Ayat Cinta" itu bahkan menganalogikan kondisi film tersebut seperti sebuah bangunan yang belum jadi sepenuhnya.
"Budget Rp6 miliar hanya sampai tingkat Previs (kumpulan storyboard berwarna yang digerakkan sebagai panduan animator). Kalau itu yang ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten. Ibarat membangun rumah, belum dipelur semen dan lantainya masih cor-coran kasar," jelasnya.
Hanung secara blak-blakan menyoroti peran Giring Ganesha, mantan vokalis band Nidji yang kini menjabat sebagai produser eksekutif di film tersebut. Menurut Hanung, Giring sebagai figur publik yang juga aktif di dunia politik seharusnya dapat memberikan contoh yang baik dalam berkarya.
BACA JUGA:KPK Segel dan Geledah Ruangan di Kemenkes terkait Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Kolaka Timur
Permintaan Hanung Bramantyo ini menambah panjang daftar kontroversi yang menyelimuti film "Merah Putih: One for All". Sebelumnya, film ini sudah diterpa isu biaya produksi yang mencapai Rp6,7 miliar dari pemerintah, meskipun kemudian dibantah tegas oleh produser lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: