Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5 Persen dan tak gagal bayar utang saat berpidato di World Economic Forum 2026, Davos-Youtube Sekretariat Presiden-

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan Indonesia tidak pernah gagal dalam membayar hutang.

Sebab, kata dia, rezim di pemerintahan sebelumnya selalu membayar hutang.

BACA JUGA:Pengamat: Kemandirian Industri Pertahanan Kunci Pilar Kedaulatan Negara

BACA JUGA:Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026 Resmi 1-30 Ramadhan 1447 H, Siap-Siap Catat Tanggalnya!

"Indonesia tidak pernah gagal membayar utang. Rezim yang silih berganti selalu menghormati dan membayar utang pemerintahan sebelumnya," kata Prabowo World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia memamerkan jika, ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen per tahun selama satu dekade terakhir. Prabowo juga optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan lebih tinggi.

"Inflasi kita tetap terjaga di sekitar 2 persen. Defisit anggaran pemerintah kita sekarang ditekan di bawah 3 persen dari PDB kita," imbuhnya.

Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia juga tetap terjaga. 

BACA JUGA:Prabowo Pamer Kecepatan Program MBG di WEF Davos, Bandingkan dengan McDonald’s

BACA JUGA:Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026

Prabowo menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas yang terjaga di Indonesia selama bertahun-tahun bukanlah hasil kebetulan.

"Itu terjadi karena kami bangsa Indonesia memiliki dan akan terus menggunakan persatuan di atas fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi, dan selalu mengutamakan persahabatan di atas permusuhan," ungkapnya.

"Kredibilitas kita yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun telah terjaga. Kredibilitas sekali hilang sangat mahal untuk didapatkan kembali," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait