Trump Mendadak Ganti Nama Pentagon Jadi Departemen Perang, Ada Apa?
Pentagon, markas besar militer Amerika Serikat.-twitter @rachelb76661850-
Banyak analis melihat langkah Trump sebagai sinyal bahwa AS tak akan kalah dalam perlombaan militer global, terutama di tengah ketegangan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.
BACA JUGA:Florida Mau Hapus Semua Mandat Vaksin Anak, Langkah Bersejarah yang Menuai Kekhawatiran
3. Kritik terhadap "Ideologi Woke"
Trump dan Hegseth mengkritik fokus Pentagon pada program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di era Biden, yang mereka sebut sebagai “ideologi woke.” Mereka ingin mengarahkan kembali anggaran dan energi militer pada “lethalitas maksimal” dan operasi tempur.
4. Simbolisme Politik
Trump menyebut perubahan nama pada 1949 sebagai langkah "woke" yang melemahkan semangat militer.
Dengan mengembalikan nama bersejarah, ia ingin membangkitkan nostalgia kemenangan AS dan memperkuat basis pendukungnya menjelang agenda politik 2026.
Senator Demokrat Andy Kim menyebut ide ini “kekanak-kanakan,” sementara Tammy Duckworth, veteran militer, menilai dana rebranding lebih baik digunakan untuk mendukung keluarga prajurit atau diplomasi.
Media AS memperkirakan biaya rebranding mencapai miliaran dolar untuk mengganti logo, seragam, alat tulis, dan identitas di ratusan pangkalan militer global. Sebagai perbandingan, mengganti nama 9 pangkalan Konfederasi di era Biden menelan biaya US$39 juta.
Pakar hukum seperti Jamal Greene mempertanyakan wewenang Trump untuk mengubah nama tanpa Kongres, karena DoD dibentuk melalui undang-undang. Namun, Trump yakin bisa melakukannya tanpa persetujuan formal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: