Trump Mendadak Ganti Nama Pentagon Jadi Departemen Perang, Ada Apa?

Trump Mendadak Ganti Nama Pentagon Jadi Departemen Perang, Ada Apa?

Pentagon, markas besar militer Amerika Serikat.-twitter @rachelb76661850-

WASHINGTON, DISWAY.ID-- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggegerkan dunia.

Ia mendadak menandatangani perintah eksekutif pada 5 September 2025 untuk mengubah nama Departemen Pertahanan (Department of Defense) menjadi "Departemen Perang" (Department of War) sebagai nama sekunder. 

Dengan demikian, situs Pentagon kini beralih ke war.gov dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut "Menteri Perang".

BACA JUGA:5 Senjata Berbahaya China yang Bikin AS dan Sekutunya Gemetar! Nomor 3 Bisa Menyelam Tanpa Awak dan Hancurkan Musuh

Trump menandatangani perintah eksekutif ke-200 di masa jabatan keduanya, yang mengizinkan Departemen Pertahanan menggunakan nama "Departemen Perang" dalam komunikasi resmi, dokumen seremonial, dan acara publik.

Nama ini mengingatkan pada era 1789-1947, ketika AS menggunakan istilah "Department of War" sebelum diubah menjadi Departemen Pertahanan pasca-Perang Dunia II melalui Undang-Undang Keamanan Nasional 1947.

Namun, perubahan permanen memerlukan persetujuan Kongres, yang kini didominasi Partai Republik, sehingga peluangnya cukup besar.

Mengapa Trump Ingin "Departemen Perang"?

1. Citra Militer yang Lebih Agresif

Trump dan Hegseth menilai nama "Departemen Pertahanan" terlalu "defensif" dan kurang mencerminkan kekuatan militer AS.

BACA JUGA:Saat Google Indonesia Respons Kasus Nadiem Makarim dan Pengadaan Chromebook

Dalam pernyataannya, Trump berkata, “Kami memenangkan Perang Dunia I dan II saat itu bernama Departemen Perang. Kami memenangkan segalanya!” Ia ingin mengembalikan "etos pejuang" (warrior ethos) dan fokus pada kemampuan ofensif, bukan hanya bertahan.

2. Respons terhadap China

Keputusan ini datang tak lama setelah China memamerkan senjata canggih seperti misil hipersonik YJ-19 dan drone bawah laut AJX002 dalam parade militer 3 September 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads