Belanda, Irlandia, Spanyol dan Negara Lain Ancam Mundur dari Eurovision jika Israel Tetap Ikut Serta
Belanda, Irlandia, Spanyol, dan sejumlah negara lain mengancam akan mundur dari ajang Eurovision 2026 jika Israel tetap diizinkan ikut serta, sebagai bentuk protes atas situasi di Gaza yang menewaskan lebih dari 64.000 orang.--Britannica
JAKARTA, DISWAY.ID - Belanda, Irlandia, Spanyol, dan sejumlah negara lain mengancam akan mundur dari ajang Eurovision 2026 jika Israel tetap diizinkan ikut serta, sebagai bentuk protes atas situasi di Gaza yang menewaskan lebih dari 64.000 orang.
Kontroversi ini menempatkan European Broadcasting Union (EBU), penyelenggara Eurovision, dalam posisi sulit.
Sejumlah negara secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi jika Israel tidak dikeluarkan dari kompetisi.
BACA JUGA:Blak-blakan! Cody Gakpo Nyaris Gabung Bayern Munich, Datangnya Isak Jadi Ancaman Pemain Belanda
Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya menolak keikutsertaan Israel.
“Kita harus memastikan Israel tidak ikut dalam edisi Eurovision berikutnya,” ujarnya dalam wawancara dengan radio publik Spanyol.
BACA JUGA:Rival Adrian Wibowo di MLS Berniat Bela Timnas, Media Belanda Viralkan Persiapan Patrick Kluivert
Spanyol, yang termasuk dalam "Big Five" bersama Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia — lima negara penyumbang dana terbesar Eurovision — memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan kontes ini.
Jika Spanyol mundur, dampaknya akan sangat signifikan.
EBU sendiri membantah laporan media Israel yang menyebut mereka telah menyarankan Israel tampil di bawah bendera netral atau mundur secara sukarela untuk menghindari “penghinaan”.
BACA JUGA:Jadi Tuan Rumah Futsal Four Nations Cup 2025, Indonesia Bakal Lawan Belanda, Latvia dan Tanzania
Mereka menegaskan belum membuat keputusan apa pun dan masih dalam proses konsultasi dengan seluruh anggota, yang akan berlangsung hingga Desember.
Eurovision 2026 dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria, menyusul kemenangan JJ dari Austria dengan lagu Wasted Love.
Namun, dengan meningkatnya tekanan politik dan kemungkinan boikot dari berbagai negara, masa depan kontes ini kini menjadi tidak pasti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: