Melenting! Jokowi Resmi Jadi Dewan Penasehat Global Bloomberg New Economy

Melenting! Jokowi Resmi Jadi Dewan Penasehat Global Bloomberg New Economy

Foto Jokowi di laman resmi Bloomberg setelah ditetapkan sebagai dewan penasehat globalnya.-ist-

JAKARTA, DISWAY.iD– Kabar baru datang dari mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), yang resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasehat Global Bloomberg New Economy.

Jokowi bersama dengan 21 tokoh dunia lain yang punya pengaruh besar di pemerintahan, bisnis, dan organisasi multilateral.

Keberadaannya, disebut-sebut strategis buat Indonesia di panggung global.

BACA JUGA:Target Garuda, Borong 50 Pesawat Boeing AS Bersama Prabowo, Punya 100 Armada hingga 2029

BACA JUGA:Tambah Ganas! Justin Kluivert Resmi Dapat Guinness World Records, Hampir Hancurkan Newcastle

Bloomberg New Economy, platform andalan Bloomberg L.P. milik miliarder Michael Bloomberg, fokus pada dialog transformasi ekonomi di pasar berkembang.

"Kelompok penasehat ini punya pengalaman tingkat tinggi, dan masukan mereka krusial buat misi kami," tulis keterangan laman Bloomberg.

Jokowi, yang pensiun dari jabatan presiden Oktober lalu, langsung disandingkan dengan nama-nama besar seperti Mario Draghi (eks PM Italia dan Presiden ECB) serta Gan Kim Yong (Wakil PM Singapura).

Foto Jokowi saat jadi presiden bahkan jadi ikon di laman resmi Bloomberg.

Informasinya, ini sinyal kuat bahwa pengalaman memimpin ekonomi Indonesia yang tumbuh 5% di tengah pandemi jadi nilai jual utama.

BACA JUGA:Gaji PNS, TNI-Polri hingga Pejabat Naik Lagi 2025? Qodari Buka Suara: Belum Pasti, Butuh Rp14,24 Triliun

BACA JUGA:Pemerintah Bagi-Bagi Stimulus Baru: Bansos Minyakita, Diskon PPN Tiket Pesawat hingga Relaksasi KPR

Jokowi, yang dikenal dengan visi infrastruktur masif seperti kereta cepat Jakarta-Bandung senilai US$7,3 miliar, kini bisa dorong agenda green economy dan mineral kritis di forum global.

Ingat wawancara Jokowi dengan Bloomberg TV tahun lalu? Ia tegas bilang AS punya peran kunci di transisi hijau, dan dorong kesepakatan dagang mineral dengan Biden.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads