BMKG Dorong Sekolah Lapang Iklim untuk Cegah Risiko Gagal Panen

BMKG Dorong Sekolah Lapang Iklim untuk Cegah Risiko Gagal Panen

BMKG lakukan SLI Tematik di Kabupaten Gunungkidul, DIY.--Dok. BMKG

BACA JUGA:Di Hadapan Delegasi PBB, Prabowo Minta Penderitaan Warga Gaza Segera Dihentikan

Program tersebut menjadi sarana kolaborasi antara BMKG dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. 

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, Direktur Layanan Iklim BMKG Marjuki, serta Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sleman Reni Karningtyas.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menekankan pentingnya program ini bagi masyarakatnya. 

"Pertanian adalah tulang punggung ekonomi Gunungkidul, tetapi juga sektor yang paling rentan. Dengan SLI, petani belajar langsung menerapkan informasi iklim ke usaha tani, sehingga lebih siap menghadapi kekeringan maupun hujan ekstrem," ujarnya .

Di lain sisi, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SLI tematik di Gunungkidul yang dinilai selaras dengan upaya menjaga kestabilan harga pangan dan pengendalian inflasi. 

BACA JUGA:Prabowo Cerita Penjajahan di Sidang Umum PBB: Kita Tahu Perihnya Ketika Keadilan Dirampas

 Menurutnya, pemahaman petani terhadap perubahan iklim akan berdampak langsung pada ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan, yang menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali. 

“Produksi pertanian kita akan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Kehadiran SLI ini menjadi ikhtiar penting untuk memperkuat daya tahan sektor pangan,” tuturnya.

Dwikorita juga menambahkan bawa program tersebut merupakan bentuk kontribusi BMKG terhadap program prioritas nasional ASTA CITA yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Sekolah Lapang Iklim adalah jembatan antara data iklim dan strategi pertanian. Ini adalah aksi nyata BMKG untuk mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads