Rekonsiliasi Israel-Palestina, Prabowo Ingin Bangsa Keturunan Nabi Ibrahim Hidup dalam Damai

Rekonsiliasi Israel-Palestina, Prabowo Ingin Bangsa Keturunan Nabi Ibrahim Hidup dalam Damai

Prabowo menyatakan, bangsa Israel dan Palestina, yang merupakan dua bangsa keturunan Nabi Ibrahim harus hidup dalam perdamaian dan harmoni. --Setpres

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mendukung penuh 'two state solution' dalam menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.

Prabowo menyatakan, bangsa Israel dan Palestina, yang merupakan dua bangsa keturunan Nabi Ibrahim harus hidup dalam perdamaian dan harmoni. 

"Dua keturunan Nabi Ibrahim harus hidup dalam rekonsiliasi, perdamaian, dan harmoni. Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, semua agama, kita harus hidup sebagai satu keluarga manusia. Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dalam mewujudkan visi ini," kata Prabowo dalam pidatonya di sidang PBB, Rabu, 24 September 2025.

BACA JUGA:Di Sidang PBB, Prabowo Targetkan Indonesia Bisa Capai Nol Emisi Karbon Sebelum 2060

Prabowo menekankan, solusi dua negara merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

Palestina harus merdeka, tetapi di sisi lain, komunitas global juga harus mengakui dan menghormati serta memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi Israel.

"Hanya dengan demikian kita dapat mewujudkan perdamaian yang sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian, tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara ini," jelas dia.

BACA JUGA:Prabowo Kecam Serangan Israel ke Gaza: Bencana Kemanusiaan Terjadi di Depan Mata Kita

Presiden mengakui cita-cita itu mungkin terdengar seperti mimpi.

Namun ia menegaskan, mimpi indah tersebut harus diwujudkan bersama.

“Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang telah dimulai para pendahulu kita, dan yang harus kita selesaikan,” tuturnya.

BACA JUGA:Inggris Akhirnya Akui Keberadaan Palestina, Israel Semakin Terpojok

Dilansir dari Vatican News, jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah melampaui 65.000 orang, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.

Pejabat melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 65.062 orang, dengan 165.697 lainnya terluka sejak dimulainya konflik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads