Gelar Sertifikasi, Kemenhaj dan UIN Antasari Cetak Pembimbing Haji Profesional
Penandatanganan kerja sama penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (SPIHU) Angkatan I Tahun 2026-ist-
BANJARBARU, DISWAY.ID-- Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenhaj) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin melalui Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), serta Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPHU) RI, resmi menandatangani kerja sama penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (SPIHU) Angkatan I Tahun 2026.
Kegiatan dibuka Senin (5/1/2026) di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, diikuti 56 peserta dari Kalsel, Kaltim, dan Kalteng.
Rektor UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., menegaskan sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak untuk menjamin kualitas pendampingan jemaah.
BACA JUGA:Kado Prabowo: Kampung Haji Indonesia di Mekkah, 500 Meter dari Masjidil Haram
“Pembimbing yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi sangat menentukan kemabruran dan sahnya ibadah jemaah,” ujarnya.
Prof. Nida juga menyoroti minimnya peserta perempuan, hanya 7–8 orang dari total peserta. Ia berharap ke depan lebih banyak pembimbing perempuan, mengingat mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Kalsel, H. Edy Murdianto, M.Ag., memaparkan regulasi baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan urusan haji kini dikelola oleh kementerian tersendiri, terpisah dari Kemenag. Edy juga menyampaikan kabar baik terkait kuota haji Kalsel 2026, yang kini berbasis daftar tunggu.
“Dengan sistem baru, Kalsel mendapat kuota lebih banyak karena waiting list kita termasuk terlama se-Indonesia, rata-rata 26 tahun,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemerintah Kebut 18 Proyek Hilirisasi, 6 Proyek Mulai Ground Breaking Mulai Januari 2026
Dekan FDIK, Dr. Hj. Halimatus Sakdiah, M.Si., merinci kurikulum SPIHU berlangsung intensif selama tujuh hari (5–11 Januari 2026) dengan total 64 Jam Pelajaran (JPL).
Materi mencakup filosofi haji, fikih kontemporer, psikologi jemaah, manajemen krisis, praktik manasik, micro guiding, serta penguasaan Bahasa Arab dan Inggris praktis. Narasumber berasal dari Dirjen BPHU, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dan pakar lainnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Rektor, didampingi Dekan dan Kabag TU Kemenhaj Kalsel, dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman antara UIN Antasari dan Kanwil Kemenhaj.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: