Prabowo: Politik Itu Seperti Bola, Keras Tapi Harus Tanpa Dendam!
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka-Setpres -
JAKARTA, DISWAY.ID — Presiden Prabowo Subianto menilai persaingan dalam dunia politik sangat keras dan ketat, layaknya pertandingan sepak bola.
Hal itu disampaikan dalam Perayaan Natal Nasional, Senin (5/1/2026).
“Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingannya sangat ketat. Keras, ketat, dan tidak ada masalah. Sama seperti masuk lapangan bola, tidak ada orang yang mau kalah,” ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa kekalahan dalam kompetisi, termasuk pemilihan presiden yang pernah ia alami, tidak seharusnya menjadi sumber permusuhan.
BACA JUGA:Prabowo Singgung Budaya Nyinyir di Kalangan Elit: Tak Masalah, Kita Buktikan dengan Kerja Nyata!
Menurutnya, seorang politisi tidak boleh larut dalam sakit hati, dendam, maupun kebencian karena dapat merusak persatuan.
“Aku kalah pilpres berapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci,” jelasnya.
Ia juga mengenang masa mudanya di Jakarta saat belajar bela diri. Dari para guru silat, ia mendapat pelajaran bahwa keberanian harus selalu disertai pengendalian diri.
“Berani itu penting, tapi jangan dendam dan jangan benci,” katanya.
Prabowo menilai ajaran tersebut sejalan dengan nilai-nilai agama.
Ia menambahkan, pengalaman hidup membuatnya memilih meninggalkan konflik masa lalu demi kepentingan yang lebih besar.
“Sekarang keadaannya harus bersatu, harus bekerja sama,” tegasnya.
Presiden menutup dengan penekanan bahwa persatuan dan kerja sama adalah kunci utama membangun bangsa, terutama setelah melalui persaingan politik yang keras.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: