Kemenperin Perkuat SDM, Dukung Pengembangan Industri Kelapa Sawit dan Energi Berkelanjutan
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan upayanya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang kompeten guna menghadapi berbagai tantangan di sektor industri nasional.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri, termasuk sektor kelapa sawit.
“SDM yang berkompeten merupakan kunci dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri, terutama pada industri pengolahan hasil perkebunan yang memiliki cakupan proses bisnis yang luas, dari hulu ke hilir,” jelas Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika kepada media secara daring, pada Rabu 24 September 2025.
BACA JUGA:ESDM Jamin BBM Akan Kembali Tersedia di SPBU Swasta dalam Seminggu
BACA JUGA:Ribuan Buruh Tani Mulai Geruduk DPR, Lalu Lintas Area Cawang Hingga Slipi Dialihkan
Lebih lanjut, Putu juga menambahkan bahwa pembangunan industri perlu ditopang banyak hal seperti ketersediaan bahan baku, teknologi, dan SDM industri yang mampu mengembangkan inovasi.
Dalam hal ini, dirinya menjelaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas, dan juga sesuai kebutuhan industri.
“Hal ini selaras dengan strategi Transformasi Ekonomi 2025-2029 untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas riset inovatif, dan mendorong produktivitas tenaga kerja,” ujar Putu.
Untuk mendukung strategi ini, Kemenperin sendiri sebelumnya sudah menerapkan berbagai inisiatif strategis dalam rangka mendorong industri pengolahan.
Beberapa strategi tersebut diantaranya adalah seperti, menjaga ketersediaan bahan baku industri hilir dalam negeri melalui Kebijakan Bea Keluar (duty) dan Penguatan Ekspor (levy) yang pro Industri.
BACA JUGA:Total Siswa Keracunan di Cipongkor Bertambah Jadi 369 Orang, Sumber Makanan Ditelusuri
BACA JUGA:MUI Desak Pemerintah Segera Beri Label Makanan dan Minuman Pemanis Tinggi: Indonesia Darurat Gula!
Selain itu injeksi teknologi melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan Steamless POME-less Palm Oil Technology (SPPOT), fasilitasi investasi melalui insentif fiskal dan non-fiskal.
Kemenperin juga turut melakukan komersialisasi hasil riset dengan skema industry-lead consortium, perbaikan tata kelola melalui sistem digitalisasi, inovasi produk pangan fungsional berbasis sawit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: