Italia Kirim Kapal Lindungi Rombongan Sumud Flotilla dari Serangan Israel

Italia Kirim Kapal Lindungi Rombongan Sumud Flotilla dari Serangan Israel

Mengenal Global Sumud Flotilla, Rombongan Bantuan Gaza yang Dicegat Israel.--Global Sumud Flotila

JAKARTA, DISWAY.ID - Italia mengerahkan kapal perang untuk melindungi rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) yang menjadi target serangan drone di perairan internasional, Rabu 24 September 2025 dini hari.

Flotilla yang terdiri dari sekitar 50 kapal sipil ini berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade laut Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Serangan terjadi sekitar 30 mil laut (56 km) dari Pulau Gavdos, Yunani. Menurut juru bicara March to Gaza Greece, Marikaiti Stasinou, sebanyak 11 kapal terdampak ledakan drone yang menjatuhkan granat kejut serta bubuk gatal.

Meski ada kerusakan pada layar kapal, seluruh penumpang dinyatakan selamat dilansir dari Reuters. 

BACA JUGA:Alasan XRP Mendominasi Pasar Kripto pada 2025

Italia Ajukan Jalur Alternatif

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengusulkan agar bantuan flotilla dialihkan ke Siprus dan kemudian disalurkan oleh Patriarkat Latin Yerusalem.

Usulan ini, kata Meloni, telah mendapat dukungan dari pemerintah Israel dan Siprus.

“Ini proposal yang lebih aman dan bertanggung jawab. Kami menunggu tanggapan dari pihak flotilla,” ujar Meloni di sela Sidang Umum PBB di New York.

Ia juga menyebut inisiatif flotilla sebagai aksi yang “gratuitous, dangerous, and irresponsible” atau berisiko tinggi dan tidak perlu.

BACA JUGA:Dompet Dhuafa Hingga Mandla Mandela Sambut Kapal Global Sumud Flotilla dari Spanyol, Siap Berlayar Menembus Blokade Gaza

Kapal Perang Italia Bergerak

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengutuk keras serangan tersebut dan mengerahkan fregat serbaguna ITS Fasan yang sedang berlayar di utara Kreta.

Kapal ini ditugaskan melakukan operasi penyelamatan jika situasi memburuk, terutama bagi warga negara Italia yang ikut dalam flotilla.

GSF menyambut langkah Italia dan menyerukan negara lain ikut memberikan perlindungan, baik berupa pengawalan laut, pengamat diplomatik resmi, hingga kehadiran negara pelindung secara terbuka.

Israel menegaskan tidak akan mengizinkan kapal asing memasuki “zona perang aktif” di Gaza.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads