Ratusan Siswa Keracunan MBG, Bareskrim Turun Tangan Awasi Polda
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf di Jakarta, Jumat (26/9/2025).-Rafi Adhi-
JAKARTA, DISWAY.ID – Kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik.
Hingga Rabu (24/9/2025), jumlah korban di Kabupaten Bandung Barat tercatat mencapai 369 orang, terdiri dari pelajar SD hingga SMK.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memastikan penanganan kasus ini menjadi tanggung jawab Polda dan polres di masing-masing wilayah.
BACA JUGA:Oh My God! Kepala BGN Tanggapi Kritik Pedas dr Tan Soal Burger di MBG
Bareskrim hanya melakukan asistensi agar proses penyelidikan berjalan transparan dan menyeluruh.
“Untuk MBG yang keracunan itu ditangani oleh polda dan polres setempat. Kami melakukan asistensi agar penanganannya bisa menemukan fakta dan memastikan aspek keamanan pangan diperhatikan,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Helfi menegaskan, asistensi Bareskrim tidak hanya menyangkut proses hukum, tetapi juga keamanan pangan secara menyeluruh.
“Bagaimana menjaga makanan mulai dari hulu sampai hilir akan menjadi perhatian. Nantinya, hasil asistensi ini bermuara pada rekomendasi kepada pemerintah dan penyelenggara MBG,” ujarnya.
Data dari Polda Jawa Barat menunjukkan korban keracunan masih terus bertambah. Dari total 369 korban, sebanyak 112 orang masih menjalani perawatan, sementara 257 lainnya sudah membaik.
BACA JUGA:Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Tembus 1.333 Siswa, Pola Kluster Kian Meluas
Rincian korban yang masih dirawat antara lain:
- 2 orang di Poned Puskesmas Cipongkor
- 15 orang di Posko Kecamatan Cipongkor
- 29 orang di RSUD Cililin
- 44 orang di RS Permata
- 22 orang di RSIA Anugrah
Sementara itu, layanan darurat juga disiapkan dengan 116 orang ditangani di Puskesmas Cipongkor dan 252 orang di Posko Kecamatan Cipongkor.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Fokus utama saat ini adalah penanganan medis korban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: