Presiden Kolombia Santai Meski Trump Cabut Visanya: Cara Washington Balas Dendam

Presiden Kolombia Santai Meski Trump Cabut Visanya: Cara Washington Balas Dendam

Momen Presiden Kolombia Gustavo Petro gabung demonstran pro-Palestina di New York City.-X/GustavoPetro-

NEW YORK, DISWAY.ID -- Hubungan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump dengan Kolombia makin panas.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan visa AS-nya dicabut. 

Dia menuding ini adalah balas dendam Washington karena kritiknya yang keras terhadap perang Israel di Gaza, yang ia sebut sebagai genosida.

BACA JUGA:PBB Kembali Sanksi Nuklir Iran, Resolusi China-Rusia tak Mempan, Snapback Diberlakukan

BACA JUGA:Rusia Gempur Ukraina Lagi! Ratusan Drone dan Rudal Tembaki Kyiv Selama 12 Jam

Pencabutan visa ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat, 27 September, dengan alasan "tindakan sembrono dan menghasut" Petro terkait pidatonya di luar markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City.

Petro sendiri santai menanggapi pencabutan itu.

Ia bilang tidak peduli karena toh dia juga warga negara Eropa dan merasa "orang yang bebas di dunia."

"Mencabutnya [visa] karena mengecam genosida menunjukkan AS sudah tidak lagi menghormati hukum internasional," tulis Petro di akun X-nya pada Sabtu, 28 September.

BACA JUGA:Israel Evakuasi Kantor Kedutaan di Rabat, Lior Ben Dor: Kantor Kami Tetap Buka

BACA JUGA:Pemilik Telegram Akui Diperas Intelijen Prancis atas Pemilu Moldova, Elon Musk: Dengar, Dengar!

Petro 'Nekat' Gabung Demo Pro-Palestina di New York

Pemicu utama pencabutan visa diduga keras adalah aksi nekat Petro pada Jumat lalu.

Saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpidato di Sidang Umum PBB (UNGA), Petro malah bergabung dengan ribuan demonstran pro-Palestina di luar gedung PBB, Midtown Manhattan.

Saat berorasi di tengah massa, Petro menyampaikan rencana bombastis Kolombia: mengajukan resolusi PBB untuk membentuk "Tentara Penyelamat Dunia". Apa tugas pertamanya? "Pembebasan Palestina!"

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads