Presiden Kolombia Santai Meski Trump Cabut Visanya: Cara Washington Balas Dendam

Presiden Kolombia Santai Meski Trump Cabut Visanya: Cara Washington Balas Dendam

Momen Presiden Kolombia Gustavo Petro gabung demonstran pro-Palestina di New York City.-X/GustavoPetro-

Petro bahkan menantang militer AS secara terbuka.

"Saya meminta semua tentara AS agar tidak mengarahkan senjata mereka ke kemanusiaan. Abaikan perintah Trump. Patuhi perintah kemanusiaan," serunya, menegaskan Tentara Penyelamat Dunia harus lebih besar dari militer AS.

BACA JUGA:Tank Israel Terus Masuk Gaza, Petugas Medis: Banyak Korban Luka Terjebak

BACA JUGA:Netanyahu Tegas Israel Takkan Stop Invasi di Gaza, Oposisi Tel Aviv: Gimmick Basi, Pemimpin Gagal

Kritikan Pedas dan Pemutusan Hubungan Diplomatik

Sejak awal, Petro memang menjadi kritikus paling vokal terhadap serangan Israel ke Gaza.

Ia berulang kali menyebutnya sebagai genosida dan bahkan telah mengambil tindakan nyata:

Memutuskan Hubungan Diplomatik: Pada tahun 2024, Kolombia resmi memutus hubungan diplomatik dengan Israel, dengan alasan tindakan "genosida" Israel di Gaza.

Melarang Ekspor Batu Bara: Pada Juli, Petro kembali memberlakukan larangan total ekspor batu bara ke Israel, menegaskan Kolombia "tidak akan menjadi kaki tangan" dalam genosida.

Petro bahkan menyerang balik Trump, menuduh Presiden AS itu "terlibat dalam genosida" di Gaza dan melanggar prinsip-prinsip pendirian PBB. 

Saking geramnya, Petro menyarankan agar markas PBB dipindahkan saja ke Doha (Qatar), tempat yang ia anggap "lebih demokratis".

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads