Dualisme Kepemimpinan PPP Muncul Usai Muktamar di Ancol, Pengamat: Harus Ada Islah

Dualisme Kepemimpinan PPP Muncul Usai Muktamar di Ancol, Pengamat: Harus Ada Islah

Dualisme Kepemimpinan PPP Muncul Usai Muktamar di Ancol, Pengamat: Harus Ada Islah-Istimewa-

Di sisi lain, menurut Prof. Lili, pendukung Agus menilai dibutuhkan tokoh dari luar untuk mengangkat suara PPP.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orangutan, Wujudkan Sawit yang Bersahabat dengan Alam

BACA JUGA:Presiden Kolombia Santai Meski Trump Cabut Visanya: Cara Washington Balas Dendam

"Bagi pendukung Agus, tampaknya perlu kepemimpinan dari luar untuk bisa mendongkrak suara PPP. Dan Agus dianggap mampu mendongkrak suara karena berlatar belakang pengusaha, yang bisa membiayai politik PPP," katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan ini akan berdampak buruk bagi partai

"Jika tidak ada islah atau konsensus di antara dua kubu, sudah pasti akan mengganggu konsolidasi politik PPP. Konflik berlarut-larut akan merugikan PPP dan mendapat citra buruk di mata pemilih," tegas Lili Romli.

"Basis politik PPP akan lari, bisa jadi juga elit-elitnya, baik di pusat maupun di daerah. Dengan kondisi ini harapan untuk lolos ke Senayan bisa tidak tercapai. Untuk itu harus ada islah di antara yang berkonflik agar PPP tidak makin terpuruk," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads