Putin Ancam Trump Jika Berani Kirim Tomahawk ke Ukraina, Pastikan Medan Perang Bakal Naik Level
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat mereka bertemu untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. --Reuters
MOSKWA, DISWAY.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa pengiriman rudal jelajah Tomahawk jarak jauh ke Ukraina akan "menghancurkan hubungan bilateral" dan memicu eskalasi baru yang tak terelakkan.
Pernyataan keras ini disampaikan Putin dalam konferensi pers di Kremlen pada Jumat malam, menyusul laporan bahwa Zelenskyy mendesak Trump untuk penuhi permintaan senjata tersebut dalam pertemuan pribadi di PBB.
Putin, yang baru saja memuji Trump sebagai "mitra yang nyaman" dalam pembicaraan telepon terkait kontrol senjata nuklir, berbalik arah tajam soal Tomahawk.
BACA JUGA:Akhirnya! 137 Anggota Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Mulai Warga Malaysia Hingga Turki
"Jika AS kirim rudal itu ke Kyiv, itu bukan lagi dukungan tidak langsung. Itu intervensi militer langsung. Hubungan kita akan runtuh, dan situasi di medan perang tak akan berubah, tapi eskalasi akan naik ke level baru," tegas Putin, merujuk jangkauan Tomahawk hingga 2.500 km yang bisa ancam Moskow dan Kremlen langsung.
Peringatan ini muncul di tengah kemajuan Rusia di Donbas, di mana pasukan Moskow klaim kuasai 10 desa baru minggu ini.
Zelenskyy, dalam pertemuan sampingan UN General Assembly akhir September, katanya "mendorong Trump untuk kirim Tomahawk agar Putin serius negosiasi".
Wakil Presiden JD Vance konfirmasi AS pertimbangkan permintaan itu.
BACA JUGA:Alarm Moskow: Lavrov Peringatkan AS, Ukraina Tak Layak Diberi Rudal Tomahawk!
"Kami tentu saja sedang mempertimbangkan sejumlah permintaan dari negara-negara Eropa," kata Vance dalam wawancara "Fox News Sunday" dilansir Reuters.
Demikian merespons Volodymyr Zelensky yang telah meminta AS untuk menjual rudal Tomahawk kepada negara-negara Eropa, yang kemudian akan memasok persenjataan itu ke Ukraina.
Sementara Trump bakal menolak tegas. "Saya tak ingin eskalasi, tapi Putin harus tahu, NATO bukan 'harimau kertas'."
Reaksi global campur aduk. NATO sebut peringatan Putin "bluff klasik", sedangkan Eropa lainnya desak Trump tolak Tomahawk untuk hindari "perang nuklir".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: