Media Asing Soroti Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Ini Cerita Korban dan Orangtua

Media Asing Soroti Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Ini Cerita Korban dan Orangtua

Sejumlah media Asing menyoroti tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.--BNPB

JAKARTA, DISWAY.ID – Sejumlah media Asing menyoroti tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pantauan Disway, Al Jazeera hingga Jerusalem Post membuat bagaimana proses evakuasi korban yang masih hilang maupun yang jasadnya sudah ditemukan.

Tim penyelamat terus mencari korban selamat di Indonesia ketika jumlah korban tewas akibat runtuhnya musala pesantren.

Salah satu korban, Muhammad Royhan Firdaus, 16 tahun, baru saja selesai salat di lantai satu Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin pagi ketika sesuatu menghantam kepalanya.

BACA JUGA:Perkembangan Terkini Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Dikebut 24 Jam Nonstop

Saat ia menengadah, ia melihat potongan langit-langit jatuh menimpanya dan teman-temannya yang berusia antara 12 hingga 18 tahun.

“Saya pikir itu gempa bumi,” katanya. “Kami semua mulai berlari.”

Namun ternyata bukan gempa.

Selama beberapa minggu terakhir, pekerjaan konstruksi tengah dilakukan di sekolah tersebut, di mana para pekerja sedang menuangkan beton di dua lantai atas.

Berat beton itu menyebabkan bangunan runtuh berlapis-lapis.

BACA JUGA:BNPB: Tragedi Musala Runtuh di Ponpes Al Khoziny: 14 Korban Meninggal, 49 Masih Hilang

Muhammad beberapa kali terjatuh saat mencoba melarikan diri dan tertimpa reruntuhan, termasuk bongkahan semen besar.

Didorong oleh adrenalin, ia tidak merasakan apa-apa saat itu, tapi setelah berhasil keluar dan roboh di tanah, ia baru sadar bahwa kakinya patah.

Bahunya juga retak parah hingga dokter di RS Siti Fajar, Sidoarjo, harus memasang pen besi untuk menyatukannya kembali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: