FIFA Revisi Regulasi Setelah UEFA Setujui Laga LaLiga dan Serie A di Luar Negeri

FIFA Revisi Regulasi Setelah UEFA Setujui Laga LaLiga dan Serie A di Luar Negeri

FIFA Revisi Regulasi Setelah UEFA Setujui Laga LaLiga dan Serie A di Luar Negeri---FIFA

Namun, izin dari USSF masih belum pasti, karena muncul kekhawatiran bahwa penyelenggaraan laga liga Eropa di Amerika dapat mengganggu kompetisi Major League Soccer (MLS) secara komersial.

Selain itu, FIFA juga menghadapi gugatan hukum dari Relevent Sports, perusahaan promotor yang sebelumnya gagal membawa laga Barcelona vs Girona ke Miami setelah ditolak oleh USSF dan FIFA.

Aspek Komersial dan Daya Tarik Pasar Global

Meski kontroversial, pertandingan liga di luar negeri dianggap membuka peluang ekonomi besar bagi klub-klub Eropa. Pendapatan dari hak siar internasional kini menjadi salah satu sumber utama keuangan klub, terutama di era globalisasi sepak bola.

Sebagai contoh, Premier League Inggris menghasilkan pendapatan global sebesar £5,3 miliar dari hak siar untuk periode 2022–2025, jumlah yang bahkan melampaui gabungan total pendapatan hak siar internasional LaLiga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1. Liga Inggris kini disiarkan di 188 negara, menjadikannya kompetisi paling populer dan paling menguntungkan di dunia.

Tur pramusim di luar negeri juga terbukti efektif dalam membangun basis penggemar internasional, meningkatkan nilai merek, serta memperluas jangkauan pasar klub-klub Eropa.

BACA JUGA:Media Malaysia Euforia Beritakan Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Singgung Pergantian STY dengan Kluivert

FIFA dan UEFA Sepakat: Sepak Bola Harus Tetap Berakar di Rumahnya

Kendati peluang ekonomi sangat besar, baik FIFA maupun UEFA kini sepakat bahwa kompetisi domestik harus tetap berakar di negara asalnya. Ceferin menegaskan bahwa langkah mengekspor pertandingan liga ke luar negeri dapat mengubah identitas sepak bola dan melemahkan hubungan emosional antara klub dan penggemar lokal.

“Kami berkomitmen melindungi integritas liga nasional dan memastikan sepak bola tetap hidup di tempat asalnya,” tegasnya.

Pandangan Liga Inggris dan Masa Depan Model Penonton

CEO Premier League, Richard Masters, juga menyatakan bahwa model penonton sepak bola dunia kemungkinan akan terus berkembang dalam 10 tahun ke depan. Namun, ia berharap esensi sepak bola Inggris — sejarah, tradisi, dan atmosfer khasnya — akan tetap terjaga.

“Saya yakin dalam satu dekade ke depan, industri sepak bola Inggris akan tetap menjadi pusat perhatian dunia,” ujar Masters.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads