Lung Cancer 360 di Siloam Hospitals Lippo Village, Pakar Singapura Berbagi Rahasia Imunoterapi
Lung Cancer 360 Workshop & Symposium 2025.-ist-
TANGERANG, DISWAY.ID— Siloam International Hospitals melalui Siloam Hospitals Lippo Village kembali mengukuhkan komitmennya dalam inovasi onkologi dengan menyelenggarakan Lung Cancer 360 Workshop & Symposium 2025.
Acara ini menjadi ajang kolaborasi tenaga medis nasional dan internasional untuk mendalami diagnosis serta terapi kanker paru, penyakit mematikan yang menempati peringkat teratas penyebab kematian global.
Mengusung tema “New Era in Oncology Expertise & Technology”, kegiatan ini menyoroti bagaimana kemajuan teknologi seperti Endobronchial Ultrasound (EBUS), Cryotherapy, Molecular Diagnostic, Targeted Therapy, dan Immunotherapy membuka babak baru penanganan kanker paru.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Cak Imin Targetkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rampung November 2025
Dengan fokus pada akurasi diagnosis dan efektivitas terapi, pasien diharapkan memperoleh hasil klinis optimal, sejalan dengan upaya Siloam memperkuat peran sebagai pusat rujukan onkologi di Indonesia.
Rangkaian acara mencakup workshop interaktif dengan praktik langsung melalui hands-on practice dan live demonstration teknik canggih seperti EBUS, Bronchoscopy Cryotherapy & Argon Plasma Coagulation, Pigtail Catheter Insertion, serta Core Biopsy untuk diagnosis presisi.
Sesi simposium menghadirkan diskusi panel dan presentasi terkini tentang deteksi molekuler, kemoterapi modern, strategi imunoterapi, dan terapi target, memperkaya pengetahuan peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia.
Melalui integrasi edukasi dan praktik klinis, Siloam Hospitals Lippo Village memastikan tenaga medis siap menghadirkan layanan kanker yang tepat, efektif, dan berpusat pada pasien.
“Kegiatan ini memperkuat praktik klinis dan mempercepat adopsi inovasi di rumah sakit seluruh Indonesia,” ujar peserta acara.
BACA JUGA:Hotel Sultan Digugat Setneg, Pemerintah Tagih Rp 742 Miliar Royalti Lahan GBK
Kolaborasi Pakar: Dari NSCLC hingga Atezolizumab
Keberhasilan acara tak lepas dari kolaborasi lintas negara. Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P, dan Prof. Dr. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K) memimpin sesi “Restoring Breath and Hope: Afatinib and Pemetrexed in the Journey of Managing NSCLC”, membahas kemoterapi dan imunoterapi untuk kanker paru non-seluler (NSCLC).
dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K), dan dr. M. Alfin Hanif, Sp.P(K) berbagi pengalaman di “Optimizing NSCLC Treatment: Sharing Experience on the Impact of Tislelizumab”, menyoroti peran imunoterapi.
Dr. dr. Andika Chandra Putra, Sp.P(K) memaparkan “Advanced Molecular Diagnostics in Lung Cancer”, menekankan diagnosis molekuler untuk strategi terapi tepat.
BACA JUGA:Ini Dia Daftar Pembalap MotoGP 2026, Ada Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moriera
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: