Diplomasi Presiden Prabowo
Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhannas RI)--
Bergabungnya Indonesia dalam BRICS, sebuah aliansi negara-negara yang Brazil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, semakin mempertegas bahwa Indonesia merupakan negara yang bisa bersahabat dengan negara manapun.
Aliansi ini dapat memperkuat kerjasama dan memperluas perdagangan Indonesia di tengah kebijakan negara lain yang melakukan penerapan tarif yang mengganggu neraca perdagangan internasional kita.
BACA JUGA:Instruktur Berkualitas, Peserta Didik Naik Kelas
BACA JUGA:Kunci Penyelamatan Program MBG
Lebih dari itu, Presiden Prabowo telah berusaha untuk kembali memperkuat diplomasi multilalteral di tengah kecenderungan hubungan internasional yang realis.
Sebuah kecenderungan tata hubungan internasional yang multipolar dan persaingan antar negara, terutama negara-negara besar dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo kerap menyampaikan teori Thucydides, seorang ahli strategi Yunani, yang menyatakan "the strong do what they can and the weak suffer what they must" (yang kuat akan melakukan apa saja yang diinginkan, dan yang lemah akan menderita dengan kelemahannya).
Kecenderungan dalam hubungan internasional saat ini mengarah pada realitas doktrin itu.
Namun, Presiden Prabowo dalam pidatonya di Sidang Umum PBB yang lalu menegaskan “we must reject this doktrine. The UN exists to reject this doctrine”.
BACA JUGA:Menagih Janji Program Teknokrasi 'Bappenas NU' Model Erick Thohir di Lakpesdam
BACA JUGA:Kesehatan Gigi Masyarakat Indonesia: Antara Kebutuhan dan Ketersediaan Dokter Gigi
PBB harus menolak doktrin Thucydides ini.
Dengan kata lain, dunia harus mendorong kerjasama multilateralisme yang mendorong perdamaian, saling menghargai dan menghormati, di atas prinsip-prinsip kemanusiaan.
Dengan demikian, situasi geopolitik akan mendorong terwujudnya kesejahteraan.
*Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhannas RI)*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: