Berkaca dari Jepan, BGN Perketat Mutu MBG: Masak Pakai Air Galon
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.-ist-
JAKARTA, DISWAY.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat standar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan penerapan konsep nol cacat atau zero defect pada seluruh proses penyediaan makanan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, salah satu syarat utama yang mulai diterapkan adalah penggunaan air galon bersertifikat dalam setiap proses memasak menu MBG.
“Air yang digunakan untuk memasak makan bergizi harus air bersertifikat — boleh dikatakan air galonan atau isi ulang yang sudah melalui proses sertifikasi,” kata Dadan di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
BACA JUGA:1.414 Mitra Program MBG Dihapus, BGN Ungkap Alasan di Baliknya
Selain itu, Dadan menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan rapid test terhadap bahan baku makanan sebelum dimasak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Pengalaman dari Jepang yang sudah 100 tahun menjalankan program makan bergizi menunjukkan bahwa 90 persen gangguan pencernaan terjadi karena kualitas bahan baku,” ujarnya.
BGN juga meminta agar setiap SPPG baru mendapat pendampingan dari juru masak profesional selama lima hari pertama operasional untuk memastikan standar kualitas dan keamanan pangan terpenuhi.
“Kita minta ada juru masak profesional yang mendampingi terutama SPPG baru selama lima hari. Kalau belum cukup, pendampingan bisa diperpanjang,” jelas Dadan.
BACA JUGA:KPK Dorong Mahfud MD Serahkan Data Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh
Lebih lanjut, BGN berencana melengkapi seluruh SPPG dengan alat sterilisasi wadah makanan (food tray sterilizer) agar kebersihan peralatan makan terjamin.
“Kita ingin melengkapi semua SPPG dengan alat sterilisasi food tray. Setelah dicuci, wadah bisa dikeringkan dalam tiga menit pada suhu 120 derajat,” tutur Dadan.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari evaluasi nasional program MBG untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kualitas gizi makanan yang dibagikan kepada peserta didik di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: