Masuk Daftar 3 Menteri Kinerja Buruk Versi Celios, Natalius Pigai: Survei Itu Alat Kejahatan!

Masuk Daftar 3 Menteri Kinerja Buruk Versi Celios, Natalius Pigai: Survei Itu Alat Kejahatan!

Natalius Pigai mengaku bahwa lembaga survei yang dirilis tidak dipercayai iuga oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia hanya fokus dengan bekerja untuk mendorong percepataan program pemerintah saja.-Disway/Hasyim Ashari-

BACA JUGA:20 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Job Fair Online Kabupaten Tangerang 2025

"Survei itu alat justifikasi kejahatan. Survei itu alat payung kejahatan, pelindung kejahatan, pembenaran kejahatan kriminal," ujar Natalius Pigai saat ditemui di kantor Kementerian HAM, Selasa 21 Oktober 2025.

"Kok mereka ngajarin saya korban HAM, pembela aktivis HAM, pembela HAM, kerja di NGO, kerja di pemerintah, Komnas HAM, Menteri HAM. Kok ngajarin saya? Mereka lebih hebat? surveinya dilakukan oleh survei yang ahli-ahli ekonomi lagi. Waduh," sambungnya.

Pigai mengklaim bahwa dalam 1 tahun pertama, Kementerian HAM justru paling cepat dalam menyusun struktur organisasi dan telah menyiapkan program-program kerja yang ambisius.

BACA JUGA:Warga Jaktim Mohon Bersabar, BLT Belum Cair di Kantor Pos Pekayon

BACA JUGA:Apa Itu Aplikasi Zangi yang Dipakai Ammar Zoni untuk Edarkan Narkoba? Ternyata Belum Terdaftar PSE Privat

"Kita rangking 3, kalau rangking 3 dalam konteks mendukung kebijakan Presiden kan ini program prioritas ini ABCDE dari Presiden, kita dapat rangking 3 dalam rangka mendorong percepatan penyelesaian program-program prioritas pemerintah," tutur Pigai.

Kritik Balik terhadap Celios

Natalius Pigai mengaku bahwa lembaga survei yang dirilis tidak dipercayai iuga oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia hanya fokus dengan bekerja untuk mendorong percepataan program pemerintah saja.

"Dan presiden juga tidak percaya survei. Kami kerja aja kerja. Kerja-kerja-kerja. Lo mau nilai kami survei bagus, gapapa. Tidak bagus juga tidak apa-apa," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads