Diikuti 24 Negara, Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 Kini Naik Level
BWF-NPC Indonesia kembali menyelenggarakan Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di GOR Indoor Manahan Solo 29 Oktober-2 November 2025-Djarum Foundation-
BACA JUGA:Djarum Badminton Melanjutkan Upaya Menjaga Kejayaan Bulutangkis dari Level Dini
“Kami berharap agar turnamen ini bermanfaat dalam mendukung atlet para badminton untuk terus berpartisipasi dalam upaya mereka meraih mimpi tertinggi, tentunya di ajang Paralympic Los Angeles 2028 mendatang. Di samping itu juga bisa menjadi persiapan sebelum mereka bertanding pada ASEAN Para Games di Thailand pada Januari 2026. Kepada seluruh peserta kami ucapkan selamat datang di Kota Solo dan selamat bertanding. Junjung tinggi Sportivitas!,” kata Rima.
Optimistis Pertahankan Juara Umum
Sebagai salah satu andalan tim Indonesia, Leani Ratri Oktila siap kembali menunjukkan performa terbaiknya pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 ini akan turun di tiga nomor — Tunggal Putri SL 4, Ganda Putri SL 3 – SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah, serta Ganda Campuran SL 3 – SU 5 berpasangan dengan Hikmat Ramdani.
Ratri menilai, peningkatan level turnamen tidak hanya membawa gengsi lebih besar, tetapi juga menambah tingkat kesulitan kompetisi, karena diikuti oleh 24 negara dengan pemain-pemain unggulan dunia. Peringkat 1 dunia Ganda Putri SL 3 - SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah (per 21 Oktober 2025) ini berharap mampu mempertahankan tradisi emas dan memperkuat dominasi Indonesia di kancah para badminton internasional.
“Naiknya level turnamen menjadi Grade 2 Level 1 tentu sangat membanggakan bagi kami atlet para badminton Indonesia. Selain membuat kami semakin percaya diri karena bisa bertanding pada level tertinggi di negara sendiri, ini juga menjadi motivasi besar bagi atlet muda untuk terus berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Ratri.
Lebih lanjut, Ratri mengaku optimistis Indonesia tetap mampu mempertahankan tradisi juara umum yang telah diraih dalam tiga tahun terakhir. “Tahun ini persaingan akan jauh lebih sengit karena jumlah peserta meningkat dan banyak negara besar ikut turun. Tapi saya yakin Indonesia memiliki kekuatan merata di hampir semua nomor. Saya pribadi menargetkan bisa meraih tiga medali emas, semoga hasil terbaik dapat kembali dipersembahkan untuk Indonesia,” tutur unggulan dua SL 4 PIPBI 2025.
Senada dengan Ratri, Juara Ganda Campuran dan Tunggal Putra SH 6 gelaran tahun sebelumnya, Subhan juga sangat percaya diri bahwa skuad Merah Putih sanggup mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya di Polytron Indonesia Para Badminton 2025. Selain itu, Subhan juga mewaspadai negara-negara yang berpotensi menjadi pesaing tangguh Indonesia dalam meraih medali emas.
“Bertambahnya jumlah negara peserta yang bertanding di Polytron Indonesia Para Badminton 2025 tentu akan membuat persaingan dalam perebutan medali emas semakin ketat. Namun, saya optimistis Indonesia masih mampu menjadi yang terbaik di nomor-nomor unggulan seperti tunggal putra dan ganda campuran SH 6, tunggal putra SL 4 dan SU 5, tunggal putri SL 3 dan SL 4, ganda putri SL 3 - SU 5, dan ganda campuran SL 3 - SU 5. Saya sendiri menargetkan untuk dapat menyumbangkan dua emas dari nomor SH 6. Namun, kekuatan negara-negara seperti India, Thailand, dan Malaysia tidak boleh dipandang sebelah mata karena mereka memiliki atlet-atlet bagus. Khusus di nomor SH 6, Thailand adalah salah satu pesaing terberat,” kata Subhan.
Di samping itu, Subhan menyambut positif adanya prize money yang diberikan oleh penyelenggara untuk peraih medali Polytron Indonesia Para Badminton 2025 yang dianggap menambah motivasi. Ia juga mengungkapkan ajang ini sekaligus menjadi pemanasan sebelum menghadapi ASEAN Para Games ke-13 yang akan berlangsung di Thailand pada Januari 2026.
“Atlet senior maupun atlet junior tentu akan lebih termotivasi untuk mengerahkan kemampuan terbaik saat bertanding karena bermain di negara sendiri, ada dukungan mayoritas masyarakat, ditambah adanya prize money yang selalu diberikan setiap tahun. Selain itu, kami pun menjadikan Polytron Indonesia Para Badminton 2025 sebagai uji coba yang bagus sebelum ASEAN Para Games di Thailand pada awal tahun depan. Terlebih negara kuat di ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura juga datang ke Solo,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: