IOC Coba Boikot, Menpora Pastikan Indonesia Tetap Kejar Bidding Olimpiade 2036
Erick menekankan bahwa pemerintah akan tetap membuka ruang komunikasi melalui KOI agar hubungan dengan IOC agar dapat segera dipulihkan-Disway/Dimas Rafi-
Sealin itu, IOC menyampaikan empat poin keputusan penting, salah satunya adalah menghentikan sementara dialog dengan NOC Indonesia (KOI) terkait rencana penyelenggaraan Olimpiade dan event olahraga di bawah IOC.
Selain itu, IOC juga merekomendasikan seluruh federasi olahraga internasional agar tidak menggelar event di Indonesia sampai pemerintah memberikan jaminan nondiskriminasi terhadap semua atlet dari berbagai negara sesuai Piagam Olimpiade.
Meski menghadapi tantangan diplomatik, Erick menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen melanjutkan ambisi menjadi tuan rumah Olimpiade Remaja 2030 dan Olimpiade 2036.
Erick menilai, langkah diplomasi melalui KOI akan menjadi kunci untuk memulihkan hubungan dengan IOC.
"Kemenpora mendukung penuh upaya KOI membuka kembali ruang dialog dengan IOC agar kita bisa mencari solusi terbaik. Indonesia tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai Olimpiade tanpa mengorbankan prinsip nasional," tegas Erick.
BACA JUGA:Pembangunan Konstruksi Jalan Layang dan Stasiun LRT Velodrome-Manggarai Rampung Akhir Tahun
BACA JUGA:Soal Temuan Sumber Air Kemasan, DPR Dorong Lakukan Investigasi Soal AMDK Diambil dari Sumur Bor
Pemerintah berharap, melalui komunikasi terbuka dan pendekatan diplomatik, Indonesia dapat kembali mendapatkan kepercayaan IOC untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai ajang olahraga dunia, termasuk peluang menjadi tuan rumah Olimpiade di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: