IOC Coba Boikot, Menpora Pastikan Indonesia Tetap Kejar Bidding Olimpiade 2036
Erick menekankan bahwa pemerintah akan tetap membuka ruang komunikasi melalui KOI agar hubungan dengan IOC agar dapat segera dipulihkan-Disway/Dimas Rafi-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menyerah begitu saja dalam upaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2036.
Meskipun Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutus dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akibat penolakan terhadap delegasi atlet Israel.
BACA JUGA:BNI Catat Kinerja Fundamental Solid Kuartal III 2025, Digitalisasi dan CASA Jadi Motor Pertumbuhan
Erick menegaskan bahwa keputusan IOC bukan merupakan sanksi permanen, melainkan penundaan komunikasi hingga Indonesia dapat memberikan jaminan terkait prinsip nondiskriminasi dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional.
"Itu bukan sesuatu yang harga mati. Kalau dari surat IOC, sifatnya sementara diberhentikan, belum ada komunikasi lanjutan. Nanti kami coba melalui KOI untuk membantu membangun kembali dialog. Kemenpora hanya berperan sebagai supporting system," jelas Erick Thohir di Media Center Kemenpora pada Jumat, 24 Oktober 2025.
BACA JUGA:Erick Thohir: Pilih Pelatih Timnas Tak Bisa Tergesa-gesa!
Dengan begitu, Erick menekankan bahwa pemerintah akan tetap membuka ruang komunikasi melalui KOI agar hubungan dengan IOC agar dapat segera dipulihkan.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI menilai, surat resmi IOC tidak secara pasti melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade.
"Jangan sampai surat IOC itu ditafsirkan salah. Mereka menegaskan bahwa pembahasan soal keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Remaja, Olimpiade, atau event lain di bawah IOC sementara ditunda, bukan dibatalkan," ungkap Erick.
BACA JUGA:Cluster Rumah Danau Origlio Hadir di CitraRaya Tangerang
BACA JUGA:Meme Bahlil Makin Brutal, Sang Menteri Sebut Nama Allah
Keputusan Dewan Eksekutif IOC diambil setelah tim Israel gagal memperoleh visa untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 (World Artistic Gymnastics Championships 2025) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: