Pelanggan Mie Gacoan Balaraja Alami Pelecehan, Pelaku Diduga ODGJ

Pelanggan Mie Gacoan Balaraja Alami Pelecehan, Pelaku Diduga ODGJ

Viral di media sosial seorang pelanggan dilecehkan seseorang saat mengantre membeli Mie Gacoan di Kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang-Istimewa-

TANGERANG, DISWAY.ID - Viral di media sosial seorang pelanggan dilecehkan seseorang saat mengantre membeli Mie Gacoan di Kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang

Merespons hal inj, Polresta Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti laporan dan viralnya video dugaan pelecehan seksual di restoran cepat saji Mie Gacoan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:WeTV Hadirkan Serial Orisinal Terbaru 'Melindungimu Selamanya', Dibintangi Marshanda dan Stefan William

BACA JUGA:Istana: 3,3 Juta Orang Gunakan Narkoba, yang Masih Pakai Itu Ndeso!

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV, peristiwa tersebut benar terjadi di area kasir restoran.

"Terduga pelaku datang bersama keluarganya untuk bersantap malam. Setelah makan, keluarganya sempat ke area playground dan meninggalkan pelaku di meja. Saat itulah pelaku diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap pengunjung perempuan yang sedang mengantre di kasir," katanya kepada disway.id, Kamis 30 Oktober 2025.

Korban yang merasa tidak nyaman kemudian melapor kepada karyawan restoran. 

BACA JUGA:Bogem Wakil Bupati Pidie Jaya Hantam Kepala SPPG Trienggadeng, BGN Ambil Tindakan

BACA JUGA:Riuh Soal Utang Masih Menggunung, KCIC Klaim 12,2 Juta Orang Sudah Naik Whoosh!

Dari rekaman CCTV terlihat adanya dugaan tindakan pelecehan. Pihak keluarga pelaku yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta maaf dan menjelaskan bahwa pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kepala Toko Mie Gacoan Balaraja, Faris Saputra membenarkan bahwa keluarga pelaku telah mengakui dan meminta maaf atas insiden tersebut.

"Keluarga pelaku langsung menjelaskan bahwa yang bersangkutan adalah ODGJ dan tidak dalam kondisi sadar sepenuhnya. Korban memahami situasi itu dan memilih memaafkan," ucapnya.

Meski korban telah memaafkan, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

"Kami menurunkan tim ke lokasi setelah menerima informasi dari media sosial. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan keluarga, pelaku benar merupakan ODGJ. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan agar kasus seperti ini bisa dicegah ke depannya," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads