20 Siswa SDN Meruya Selatan Sempat Diduga Keracunan MBG, Kini Sudah Kembali Sekolah
CERIA. Siswa SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat di sela kegiatan belajar.-Candra Pratama-
JAKARTA, DISWAY.ID — Sebanyak 20 siswa SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat, yang sempat diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG), kini telah kembali bersekolah seperti biasa.
Hal ini dikonfirmasi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SDN Meruya Selatan 01, Nur Syamsiyah.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah baik dan Kamisnya sudah masuk semua, langsung belajar seperti biasa,” ujar Nur, Selasa (4/11/2025).
Sebelumnya, puluhan siswa mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap menu MBG pada Rabu (29/10/2025). Program tersebut baru berjalan tiga hari sejak dimulai pada Senin (27/10/2025).
“Setelah anak-anak mengonsumsi makanan, ada beberapa yang mengeluh pusing dan mual,” tutur Nur.
Melihat kondisi itu, pihak sekolah langsung melapor ke Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), sesuai prosedur standar operasional. Tim SPPG bersama petugas gizi (BGN) segera datang ke sekolah dan menghubungi Puskesmas setempat untuk penanganan.
Menurut Nur, sebanyak 20 siswa mengalami gejala ringan, sementara 7 siswa lainnya sempat dibawa ke RSUD Kembangan untuk mendapat perawatan.
“Di RSUD setelah diberikan obat, alhamdulillah anak-anak sudah baik, dan Kamisnya langsung masuk sekolah,” katanya.
BACA JUGA:Giliran Siswa SDN Meruya Selatan 01 Keracunan MBG, Wakepsek Curiga Penyebabnya dari Puding
Ia menduga penyebabnya berasal dari puding cokelat yang disajikan sebagai makanan penutup hari itu.
“Pudingnya sama, tapi ada yang berbau gosong, satu lagi normal. Jadi mungkin dari situ,” ujarnya.
Nur menegaskan, sebelum MBG dibagikan, pihak sekolah selalu mencicipi tiga sampel menu dan memastikan semuanya aman. Selama dua hari pertama pelaksanaan, makanan terpantau dalam kondisi baik.
- Hari pertama: ayam teriyaki, nasi, salad, pisang
- Hari kedua: ayam bakar, nasi, pisang
- Hari ketiga: mi, telur, dan puding cokelat
Meski situasi sudah kondusif, pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara penyaluran MBG selama 10 hari sambil menunggu hasil investigasi resmi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: