Tunku Ismail Murka! Bos JDT Sebut Sanksi FIFA terhadap FAM Bernuansa Politik Terkait Skandal Naturalisasi
Tunku Ismail Idris, pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT), melontarkan kritik tajam, setelah FIFA menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atas sanksi berat yang dijatuhkan sebelumnya, terkait drama skandal 7=tujuh naturalisasi pemain Timnas Mal-Tangkapan Layar Instagram@hrhcrownprinceofjohor-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Tunku Ismail Idris, pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT), melontarkan kritik tajam, setelah FIFA menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atas sanksi berat yang dijatuhkan sebelumnya, terkait drama skandal tujuh naturalisasi pemain Timnas Malaysia.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan hukuman keras kepada FAM akibat pemalsuan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi yang digunakan untuk memperkuat Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Hukuman itu mencakup larangan bermain selama 12 bulan bagi para pemain serta denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp6,2 miliar) bagi FAM.
BACA JUGA:Kisah Gila Thom Haye Sang Profesor: Dikhianati Klub Eropa, Kini Temukan Keluarga di Persib Bandung
Ketujuh pemain yang dijatuhi sanksi adalah Gabriel Felipe Arocha, Facundo Thomas Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanuel Javier Machuca, Joao Brandão Figueiredo, Jon Irazabal Iraugi serta Héctor Alejandro Hevel Serrano.
Keputusan FIFA untuk menolak banding FAM pada akhir September membuat sanksi ini resmi bersifat final, setidaknya hingga upaya hukum terakhir ke Court of Arbitration for Sport (CAS) diajukan.
Tunku Ismail: “Keputusan FIFA Tidak Berdasar dan Sarat Kepentingan”
Reaksi keras datang dari Tunku Ismail Idris, atau lebih dikenal sebagai TMJ, yang juga merupakan Pangeran Mahkota Johor.
Ia menyebut keputusan FIFA tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan menilai bahwa beberapa pemain seharusnya tidak ikut dihukum, karena tidak terbukti terlibat langsung dalam proses pemalsuan dokumen.
BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Ungkap Pensiun dari Sepak Bola: Saatnya Menutup Perjalanan Emas
BACA JUGA:Nova Arianto Akui Mental Pemain Indonesia Masih Canggung: Jangan Takut di Lapangan!
“Menurut saya, keputusan ini tidak adil. Dalam pasal 22 Kode Etik Disiplin FIFA, pemain hanya bisa dijatuhi sanksi jika terbukti terlibat langsung dalam pelanggaran. Tapi di sini, mereka dihukum tanpa bukti keterlibatan langsung,” tegas TMJ dalam pernyataannya.
Lebih jauh, pemilik JDT itu menuding bahwa keputusan FIFA tidak murni hukum, melainkan bernuansa politik.
“Ada kepentingan tertentu di balik keputusan ini. Ini bukan hanya soal disiplin, tetapi soal politik yang mencoreng integritas FIFA sendiri,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: