Jakarta Diserbu Pemodal, Sumbang 14,24 Persen Investasi Nasional

Jakarta Diserbu Pemodal, Sumbang 14,24 Persen Investasi Nasional

Untuk menjaga tren positif yang sudah ada, Pramono akan melakukan penyederhanaan perizinan bagi investor melalui optimalisasi mal pelayanan publik.-Disway/Cahyono-

Kemudian Pramono juga akan memasifkan promosi penanaman modal melalui Jakarta Investment Festival dan Jakarta Investment Center.

Kesempatan sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto memaparkan, dari total nilai tersebut, Rp73 triliun berasal dari penanaman modal asing (PMA), sedangkan Rp131,2 triliun berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

BACA JUGA:Vinicius Jr Terancam Menganggur, Minta Negosiasi Gaji Fantastis di Real Madrid Mandek

BACA JUGA:Riwayat Pendidikan Insanul Fahmi yang Diduga Selingkuh dengan Inara Rusli, Kini Jadi Pengusaha Muda

Dia memprediksi angka investasi akan terus meningkat mencapai Rp250 triliun hingga akhir tahun 2025.

Kata dia sektor utama yang menjadi pendorong investasi sampai dengan kurun waktu triwulan ke-3 2025 tersebut yaitu sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi.

Dia menambahkan, terdapat enam sektor unggulan investasi di DKI Jakarta yang meliputi kesehatan, real estate, pertanian dan perikanan, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum.

Peluang investasi ini mencakup pengembangan rumah sakit internasional dan layanan telemedicine, kawasan mixed-use dan TOD, budidaya laut berkelanjutan, logistik modern dan digital, pusat data serta layanan AI dan keamanan siber, hingga destinasi ekowisata dan MICE.

"Seluruh sektor ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan Jakarta," kata Herizkianto di The Westin Jakarta, Kamis 6 November 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads