8 dari 10 Orang Indonesia Berharap Lebih Sehat dan Sejahtera secara Finansial Tahun Ini

8 dari 10 Orang Indonesia Berharap Lebih Sehat dan Sejahtera secara Finansial Tahun Ini

Lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia atau delapan puluh satu persen (81%) responden di Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Setiap orang pasti berharap setiap tahun lebih sehat dan sejahtera.

Hal itu terukur dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sebesar 4,9%–5,3% pada tahun 2026, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan 5% pada tahun 2025.

Keyakinan ekonomi nasional ini tampaknya merembes ke tingkat individu. 

Sejalan dengan pandangan tersebut, optimisme serupa tercermin dalam temuan Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan oleh Herbalife, perusahaan kesehatan dan kebugaran, komunitas, serta platform terkemuka. 

BACA JUGA:Demi Kesembuhan Pasien, Inilah Pentingnya Tim Medis Multidisiplin dalam Layanan Terintegrasi

Lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia atau delapan puluh satu persen (81%) responden di Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang.

Untuk mendukung tujuan ekonomi tersebut, responden di Indonesia berencana melakukan tindakan seperti mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial (67%) dan memulai usaha (47%). Keluarga (76%) dan tujuan pribadi (66%) menjadi pengaruh utama dalam keputusan yang berkontribusi pada pencapaian tujuan ekonomi.

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 86% responden di Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam 12 bulan mendatang. 

Selain itu, 58% orang Indonesia merasa diberdayakan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

BACA JUGA:Kabar Baik untuk Pasien Kanker, Ada Pengobatan Radioterapi Integrated CT-LINAC dengan AI yang Lebih Efektif

Tindakan utama yang direncanakan dalam 12 bulan mendatang meliputi meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga (64%), menghentikan kebiasaan tidak sehat (61%), dan menyiapkan makanan yang lebih sehat (45%).

Kemudian hambatan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya disiplin (59%) dan kurangnya waktu (41%).

“Survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara di mana mayoritas (58%) menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah, disertai tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi (48%) di wilayah APAC. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, yang mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan,” kata Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager of Herbalife Indonesia.

“Dalam dinamika ekonomi saat ini, banyak individu mencari sumber pendapatan tambahan. Herbalife tetap berkomitmen untuk mendukung komunitas dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran mereka sekaligus menyediakan peluang membangun usaha independen sebagai Distributor Herbalife,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads