Banjir Bandang Terjang Aceh–Sumatera, Satgas PKH Selidiki Jejak Pembalakan Liar

Banjir Bandang Terjang Aceh–Sumatera, Satgas PKH Selidiki Jejak Pembalakan Liar

Anang mengemukakan, saat ini pihaknya masih menggali dan mengumpulkan fakta-fakta terkait dugaan isu tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran, maka akan diseret ke meja hukum.-Disway/Candra Pratama-

4.100 rumah rusak sedang.

20.500 rumah rusak ringan.

271 jembatan terdampak.

282 fasilitas pendidikan rusak.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan akar masalah yang memperbesar jumlah warga yang meninggal.

Menurutnya, banyak permukiman warga berada di area yang rawan secara geomorfologis seperti tepi sungai, lereng bukit terjal, dan punggung bukit.

BACA JUGA:Bencana Banjir Sumatera Ancam Gizi Balita, IDAI Distribusikan Pasokan Nutrisi ke Posko Pengungsian

BACA JUGA:10 Ruas Jalan yang Dihindari saat Reuni 212 di Monas Hari Ini

"Rata-rata masyarakat tinggal di tepi sungai atau tepi jalan raya yang berada di punggung bukit. Kondisinya sangat terjal dan tanahnya mudah tergerus saat hujan deras," kata Syafii.

Dia menambahkan, sebagian besar orang yang hilang kemungkinan tersapu arus deras atau tertimbun material longsor.

"Kemarin, hampir total kami prediksi ada 800 koeban. Sekitar 400 sudah ditemukan, sisanya belum ditemukan dan kemungkinan besar tersapu," ujarnya.

Basarnas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan, dan mengikuti informasi cuaca dari BMKG. 

Syafii menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk menyebarluaskan informasi risiko.

"Harapan kami, informasi dari BMKG dapat tersosialisasi dengan baik sehingga masyarakat bisa mengambil langkah preventif," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads