Lenacapavir: Suntikan Dua Kali Setahun yang Jadi Harapan Baru Indonesia Bebas AIDS 2030

Lenacapavir: Suntikan Dua Kali Setahun yang Jadi Harapan Baru Indonesia Bebas AIDS 2030

Kasus HIV-AIDS di Jawa Timur tembus 8.962 pada 2025, didominasi perilaku seks berisiko dan narkoba suntik.-Istimewa-

• Memblokir kapsid virus HIV

• Mencegah virus memasuki sel tubuh

• Menghambat pembentukan partikel virus baru

Keunggulan utama lenacapavir:

• Efektivitas sangat tinggi (lebih dari 99,9% peserta uji coba tetap negatif)

• Pemberian hanya dua kali dalam setahun

• Telah direkomendasikan oleh FDA, EMA, dan WHO

BACA JUGA:BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatera Bertambah Jadi 604 Jiwa, Paling Banyak di Sumut

BACA JUGA:Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Alokasi Kuota Harus Berkeadilan

Namun, hingga saat ini, lenacapavir belum tersedia di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian penting dalam upaya mencapai target Indonesia bebas AIDS 2030.

Baca berita menarik lainnya di https://bit.ly/universitasesaunggul-farmasi-aids-disway 

Masa Depan Terapi HIV: CRISPR-Cas9

Selain lenacapavir, riset global kini mulai fokus pada terapi genetik menggunakan teknologi CRISPR-Cas9, atau dikenal sebagai “gunting genetik”. Teknologi ini memungkinkan pemotongan materi genetik HIV di dalam sel, membuka peluang menuju terapi kuratif permanen di masa depan.

Komitmen Menuju Indonesia Bebas AIDS 2030

Untuk mempercepat penanganan HIV di Indonesia, diperlukan langkah strategis melalui:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads