Hukum Mengucapkan Selamat Natal 2025 dalam Islam, Ini Penjelasan Buya Yahya hingga Ustaz Adi Hidayat
Simak penjelasan hukum mengucapkan selamat Natal 2025 dalam Islam menurut Buya Yahya, Ustaz Adi Hidayat, dan Ustaz Abdul Somad.--Unsplash
BACA JUGA:60 Poster Natal 2025 Gratis Siap Unduh, Lengkap Ucapan Menyentuh dan Penuh Sukacita
Buya Yahya menegaskan apabila umat Kristiani tengah merayakan Natal, maka haram hukumnya untuk mengganggu.
"Kalau ada orang merayakan Natal, haram mengganggu mereka. Anda menutup jalan, nggak boleh," tegasnya.
Sementara itu, Ustaz Abdul Somad menjelaskan ada tiga konsekuensi saat mengucapkan Natal.
Pertama, umat muslim sudah mengatakan bahwa Nabi Isa lahir pada 25 Desember.
"(mengucapkan) selamat Natal, berarti kau sama saja mengatakan bahwa Nabi Isa mati di salib. Padal AL Quran mengatakan 'Dia tak mati di Salib, yang mati di Salib adalah Yudas Iskariot," ujar Abdul Somad, dikutip YouTube Tanya Ustadz Abdul Somad.
"Ketiga, sama artinya kau mengatakan Isa adalah anak Tuhan, anak Allah, Allah Bapak, Roh Kudus, haleluya," sambungnya.
Ustaz Adi Hidayat dalam YouTube Adi Hidayat Official menuturkan di dalam perayaan Natal terdapat unsur ibadah, unsur yang berbeda dalam konsepsi ketuhannya.
Unsur ibadah tersebut meliputi unsur penyembahan, peribadahan seperti datang ke Gereja.
"Yang sesungguhnya dalam keyakinan kita Islam dipandang berbeda. Jadi kalau kita ucapkan ada pengakuan disitu," kata Ustaz Adi Hidaya.
"Sementara, komitmen Lailahaillallah adalah tidak menuhankan, kecuali hanya Allah saja, menepikan yang lain kecuali hanya menuhankan Allah," sambungnya.
BACA JUGA:35 Link Download Kartu Ucapan Natal 2025 Terbaru, Bagikan ke Orang Tersayang
Apabla terdapat konsepsi yang bertentangan dengan Lailahaillallah, umat muslim harus menolak sebagai komitmen dalam beribadah.
"Kaidah dasarnya setiap pemeluk agama itu harus menyakini bahwa apa yang dianutnya itu yang paling benar," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: