Pedagang Mercon Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Merana Jelang Tahun Baru Usai Pramono Melarang Keras Kembang Api!
Pedagang Kembang Api terancam gagal cuan saat Tahun Baru usai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang penggunaan petasan dan kembang api saat momen perganti-Disway.id/Hasyim Ashari-
"Katanya petasan yang meledak di bawah itu dilarang, saya setuju. Tapi kembang api yang terbang ke atas kan seni, hiburan masyarakat kecil. Kalau semua disapu bersih, ya repot," ujar Surya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya sekadar melarang, tapi memberikan solusi atau batasan yang jelas, ketimbang langsung melakukan penyitaan barang dagangan yang merupakan aset satu-satunya.
Ketakutan saat Patroli
Sementara itu, di sudut lain, Rizal (30) pedagang kembang api yang lebih muda, mengaku selalu waswas setiap kali melihat mobil patroli lewat. Ia menyadari bahwa instruksi Gubernur Pramono bukan sekadar gertakan.
"Tiap ada Satpol PP lewat, jantung rasanya mau copot. Kami ini seperti kucing-kucingan. Di satu sisi takut kena garuk (tertibkan), di sisi lain kalau tidak jualan, dapur tidak ngebul," kata Rizal.
Rizal menambahkan bahwa para pedagang sebenarnya bersedia ditata, asalkan tidak dilarang total. Namun dengan adanya ancaman tindakan administratif hingga penyitaan yang ditegaskan oleh Balai Kota, para pedagang kini hanya bisa pasrah sambil berharap malam pergantian tahun tidak berakhir dengan kerugian besar.
Hingga berita ini diturunkan, patroli wilayah dilaporkan mulai diintensifkan di beberapa titik keramaian untuk memastikan instruksi gubernur dipatuhi, menyisakan ruang gerak yang semakin sempit bagi para pedagang musiman ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: